Derby dan Dista sepakat untuk menginap di apartemen Dista malam setelah acara pernikahan. Derby pun menyetujui. Sebenarnya keluarga besar sudah memberi pendapat untuk pulang dulu ke Bintaro. Tapi Dista lagi-lagi menolak, dia benar-benar ingin merasakan masa-masa mengenal Derby di sana. Dista terbaring memandang sayu Derby yang berada di sampingnya. "Kenapa gugup tadi pagi?" Derby menelan ludahnya. Sambil memperbaiki selimut tebalnya dia membalas memandang Dista. "Aku sampai mati rasa, Deb ... lihat nih masih gemetar." Derby tersenyum melihat Dista yang sedang memandang kedua tangannya. Lalu diraihnya kedua tangan Dista dan memeluk tubuh Dista kuat-kuat di balik selimut tebalnya. "Aku nggak tau juga, Dis." Derby mendekatkan wajahnya ke wajah Dista yang memejamkan matanya membiarka

