Bab 185. Bahagia Dista

1005 Words

Dista perlahan mengambil napas lalu membuangnya cepat. Dia sudah siap sekarang. Selama perjalanan Dista banyak merenung mengenang awal-awal tinggal di Sentra Timur, berusaha mengenang hal-hal yang indah yang dia lalui di sana. Yang paling diingatnya adalah saat pertama kali mengenal Derby, yang kini menjadi suaminya. Dista geleng-geleng kepala jika mengingatnya. "Kenapa?" tanya Derby yang melirik Dista yang menggelengkan kepala dan tersenyum sendiri di sampingnya. "Ingat dulu waktu kenalan ama kamu, Deb." "Oh, yang diingat apanya?" "Tingginya." Derby tertawa, lalu mengusap-ngusap kepala Dista sebentar. "Kalo kamu, Deb?" "Kakimu." Kali ini Dista yang tergelak. Terbayang Derby yang selalu memandangnya melangkah cepat. "Suka banget ... kalo melangkah kayak ada iramanya ... tap tap t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD