Bab 179. Kesal Dista

1061 Words

Dista langsung menunduk pura-pura tidak melihat pemandangan itu. Sekejap perasaan aneh menyelinap di dirinya. Namun, dia berusaha untuk tidak terbuai dengan perasaan aneh itu. Beberapa saat kemudian, Derby berjalan menuju Dista. Tapi langkahnya tertahan ketika seorang bapak-bapak tua menegurnya. "Apa nggak ada calon yang lebih baik lagi, Der, masa sama barista. Sebatangkara lagi. Tidak jelas masa depannya itu. Itu Laura .. cantik, pintar, berada. Masih ada hubungan kekerabatan. Masa depan cerah. Masih suka sama kamu ... belum punya pacar lagi. Mending kau sama dia saja." Derby terkesiap mendengar ocehan pria itu, yang tidak lain adalah pamannya. Entah bermaksud sengaja atau tidak, pria itu mengoceh di hadapan Dista. Dista hanya menghela napas panjang. Dia mengerjapkan matanya menahan a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD