Bab 232. Pengakuan Paxton

1043 Words

Dista menggelengkan kepalanya, benar-benar aneh suaminya. "Kamu dimanfaatkan." Giliran Paxton yang menggeleng. "Aku menikmatinya." Dista benar-benar lapar. Tidak sampai lima menit bekalnya habis. Paxton membuka kotak makanan lainnya. Ada beberapa potongan sunkist dan apel di dalamnya. Lalu didorongnya kotak makanan itu ke hadapan Dista. Sambil mengunyah potongan-potongan buah-buahan yang tersedia, Dista mengamati Paxton. "Kenapa. Kok bisa suka aku?" tanyanya santai. "Aku suka mengamati kamu sejak awal kuliah. Kamu suka menyendiri. Kayaknya kamu asyik dengan sendiri. Aku amati kamu dari jauh. Duduk di bangku taman sambil mengamati lalu lalang orang tanpa asyik bermain ponsel. Aku nggak tau apa yang ada di benak kamu saat itu. Dan kamu lakukan itu setiap hari, di jam dan waktu yang s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD