Kehamilan Dista sudah memasuki bulan ketiga. Perutnya pun sudah mulai kelihatan membuncit. Derby yang tidak mampu menutup rasa bahagianya tidak lelah memanjakan istrinya. Apapun dia lakukan, demi kenyamanan Dista dan bayi yang dikandungnya. Terkadang agak sedikit keterlaluan sehingga Dista merasa iba dan kasihan melihatnya. Derby rela melakukan pekerjaan berlipat-lipat sekaligus, kerja di rumah, kerja kantoran, mengurus Dista, bahkan memandikannya. Derby benar-benar ingin memastikan bahwa Dista tidak kurang apapun. Malahan dia menyerahkan mobil Dista yang dibelikannya dulu kepada Paxton agar Paxton bisa mengantar dan menjemput Dista saat kuliah serta menemani Dista di kampus dan di mana pun Dista ingin ditemani. "Kamu yakin ngasih mobil itu ke Paxton ... aku masih bisa nyetir," ujar Dista

