Bab 230. Biar Jadi Kejutan

1041 Words

Setelah itu barulah mereka meluncur ke kawasan salju Mt. Lake. Karena jaket tebal dan sepatu salju tidak mereka miliki, mereka pun singgah di tempat penyewaan alat-alat bermain salju. Berbeda dengan Derby dan Paxton yang biasa saja, wajah Dista menunjukkan ekspresi sangat bahagia. Maklumlah, baru pertama kali main ke salju. Dan waktu itu benar-benar dimanfaatkan Dista. "Jadi kamu nggak ketemu Rara, Pax," ujar Dista ke Paxton saat makan siang di café, masih di Mt. Lake. "Ya, gimana mau ketemu, orangnya pulang liburan juga ke Jakarta. Tapi aku sempat singgah di depan gedung apartemen yang dia sewa di kawasan elit Berlin." Dista manggut-manggut. "Dia pasti dari keluarga kaya raya ya, Dis. Harga sewa Apartemennya itu bisa sepuluh kali lipat harga sewa studioku di sini." Derby berdehem.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD