Pagi-pagi sekitar pukul enam, ponsel Derby berdering berkali-kali. Sementara dia dan Dista masih tidur nyenyak di kamar. Begitu Derby mendengar, dengan malas dia meraih ponselnya. "Ya, Ma," sapanya malas. Padahal Mamanya yang telepon. Dasar Derby. "Derby. Dian sudah melahirkan. Anaknya perempuan, buka grup WA. Mama mau video call. Dista mana?" Derby yang tak berbaju langsung memakai sweater yang tergeletak di sisi ranjang. "Bentar, Ma. Ntar Derby hubungi balik." Sesaat perasaan Derby gundah. Ini kabar baik? Atau kabar buruk? Ah dia cuma iri saja. Perlahan dia usir perasaan itu. Lalu dibangunkannya Dista. "Ya, Derby." "Mama tadi nelpon. Katanya Dian sudah melahirkan." Dista langsung gelagapan. "Ambil bajuku, Deb," perintah Dista yang masih mendekap selimut. Dista juga tidak berbaj

