Bab 162. Mengajak Jeffrey

1013 Words

Dian sedikit terkesima melihat penampilan Jeffrey yang sangat jauh berubah. Jeffrey sekarang bukan Jeffrey yang awut-awutan dengan vespa butut yang selalu menemaninya ke mana-mana. Padahal nada bicara Jeffrey sama sekali tidak berubah ketika di telepon. Namun sekarang Jeffrey adalah seorang pria rapi dan tampan. Kalau sebelumnya dia tidak memakai kacamata, kini benda itu sangat mantap bertengger di hidung mancungnya. Gagah sekali dia. "Vespa berisik lu di mana?" tanya Dian tertawa. Dia masih terkesima oleh penampilan Jeffrey. "Masih ada di rumah, dimuseumkan dulu." Tidak lama pesanan minuman mereka datang. "Jeff, sudah lama kan nggak denger kabar Dista." "Iya, di mana dia sekarang." Dian mengambil napasnya cukup dalam. "Dista sekarang tinggal di apartemen Sentra Timur. Gue ketemu di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD