"Trus siapa yang pertama cium bibir kamu, Deb?" "Sekar." "Berbekas banget di ingatan kamu?" "Iya dong." "Derby..." Dista tertawa memandang Derby. "Rasanya?" Derby tertawa melihat wajah Dista yang penasaran. "Apa ya, lupa, Dis." Dista tersenyum. Derby menatap Dista sayu. "Tapi masa sih cuma hug n kiss." "You can ask them ... tanya aja mereka." Dista memejamkan matanya. "Seminggu dapat lima? Setahun?" Derby dan Dista tertawa terbahak-bahak. "Tapi aku ingat pas liat foto-foto kamu sama Charlie, yang lagi pakai bikini ... trus kamu cium-cium sambil peluk-peluk gitu ... mustahil cuma hug n kiss." "Eits ... kejauhan loncatnya ... sabar dong, Nyonya Derby. Belanda masih jauh. Ini masih kelas satu SMP." Dista menggelengkan kepalanya. Sesaat dia teringat kata-kata Jeffrey kepadany

