Bab 191. Maaf, Dis

1066 Words

"Maksudnya apa sih, Deb. Kalau kamu nggak mau nginep di sana juga nggak papa. Aku nurut kok." Dista yang baru mandi memandang kesal wajah Derby. "Becanda doang." "Becandanya jangan bikin orang merasa bersalah dong." "Becanda, Sayang. Becanda ... suer ... cup cup." Derby langsung memeluk Dista yang masih dengan wajah murungnya. "Ya udah kalo masih marah." Perlahan Derby melepaskan pelukannya dan meraih salah satu buku yang ada di lemari buku dan membacanya dekat jendela kamarnya. Sementara Dista merebahkan tubuhnya di atas dipan. Dia masih terlihat sangat kesal. Sesekali Derby memandang Dista yang tengah menengadahkan kepalanya ke langit-langit kamar. Dia jadi merasa sangat bersalah. Tidak tahan melihat wajah kesal istrinya, Derby menutup bukunya dan perlahan mendekat, lalu dudu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD