Busyet … nggak nyangka gue, Deb." Ternyata orang yang sering digosipin di geng SMAnya dulu adalah orang yang selama ini mencintai Dista, yang tak lain kekasih kakaknya, Derby. Ada sebersit kagum buat diri Dista dari Dian. Kok bisa Dista melepas pria sesempurna Arga, lalu malah menerima Derby? Dian jadi merasa bangga terhadap kakak lelakinya itu. Mampu merebut hati Dista secara sempurna. Dian tidak tahu, sosok kakaknya adalah sosok sempurna di mata Dista. Sosok yang siap kapan saja kehilangan cinta Dista, demi Dista. "Eh, kok nyebutnya Dista, nggak Utari lagi," sela Dian. "Emang gue guru-guru kelas lu … ya, biar samaan juga. Dista, Derby. D D." "Idih…sok imut lu." Derby tertawa kecil karena membayangkan wajah sewot adiknya. "Ok, Deb, gue bantu … sampai titik darah penghabisan," ujar D

