Bab 167. Pengakuan Arga

1041 Words

Getir sekali nada bicara Derby. Dia tidak sanggup melihat ke belakang. Rara mengangguk. Dipandangnya punggung Derby yang melangkah gontai menuju mobilnya. Lalu dia kembali ke rumahnya. Seperti bukan diri Derby yang ada di malam itu. Derby tidak pernah menangis kencang. Tapi memang malam itu beda. Selama di perjalanan Derby terus mengenang awal berjumpa dengan Dista. Hingga saat-saat indah bersama. Derby yang terpesona melihat langkah tegap seorang Dista. Langkah menuju ke depan, langkah penuh semangat, langkah masa depan. Sulit memang mencintai dan menjalin hubungan dengan Dista yang dicintai banyak lelaki. Tapi entahlah, kata-kata 'beruntung' yang terucap dua kali oleh Jeffrey dan Rara seakan tidak membuatnya menyesal telah pernah mengenal dan mencintai Dista. *** Dista duduk berhad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD