“Sebentar sana, Dis. Setelah itu kamu bisa pergi," mohon Rara sekali lagi. Dista menggeleng. "Maaf, aku nggak mau, Ra. Aku harap kamu ngerti aku," ujar Dista sambil menggerakkan kepalanya mengarah ke apartemen sebelahnya. Dia tidak mau melukai perasaan Derby. Rara menundukkan kepalanya. "Boleh aku nginap di sini?" tanyanya. Dista langsung memeluknya. "Tentu saja, Ra sesuka kamu.” Rara tersenyum. Pertemuan dua sahabat yang sangat indah malam itu, Rara dan Dista. Malam itu mereka asyik ngobrol tentang saat-saat indah mereka selama SMA dulu. Tentang Gilang, pacar Rara yang entah di mana rimbanya kini. Ada yang bilang sudah menikah di luar negeri, ada yang bilang sudah jadi pengusaha di Surabaya. Rara selalu tertawa mengenang kisah indahnya. Begitu juga Dista, yang selama perseteruanny

