"Apa sih? Kok liatin aku begitu?" tanya Derby yang melihat Dista menatapnya penuh senyum. "Coba aku juga ada di sana ya, Derby ... di dunia kamu yang dulu," ujar Dista masih dengan tatapan senyumnya ke Derby. "Ya ... mungkin kamu nggak ada di depanku saat ini," balas Derby sambil merangkul dan mengusap-usap bahu Dista. "Mau di dunia yang dulu apa yang sekarang." "Dua-duanya." "Maruk ih." Lalu Derby beranjak dari tempat duduknya. "Bentar, Dis." Dan kembali dengan gelas berisi minuman berwarna kuning gelap. "Nih minum...." Derby menyodorkan gelas ke hadapan Dista. "Kamu duluan, Derby. Kan pasti haus habis cerita." "Minumlah." Tidak kuasa melihat wajah Derby, Dista meminum minuman yang disodorkan Derby. "Kok rasanya aneh, Deb ... ada rempah-rempahnya." "Suka?" Dista mengangguk

