Sebagai gantinya, Prabu memakaikan baju pada sang istri dan mendudukannya di meja. Tapi ternyata setelah memakai bajupun, hasratnya tidak berhenti disana. "Udah, Mas..." rengek Rania pelan, tubuhnya menggeliat kecil saat Prabu kembali menciumi leher jenjangnya. Tangannya berusaha merapikan dasi dan jas Prabu, tapi konsentrasi itu buyar oleh sentuhan-sentuhan nakal suaminya yang seolah belum puas. Prabu hanya terkekeh, menahan tawanya di kulit lembut Rania, lalu bertanya sambil membelai punggungnya, "Hari ini kamu mau ke mana, Sayangku?" Rania mendesah kecil, menyerah dari pekerjaannya merapikan dasi. "Istirahat aja, Mas... jalannya masih perih, tau sendiri kenapa," gumamnya malu-malu. Senyum Prabu mengembang penuh rasa bersalah sekaligus bangga, lalu ia menunduk mengecup pipi istrinya

