Balas Dendam-4

631 Words

Helena menggeleng pelan. “Belum. Belum ada yang memberitahu. Tapi dia akan tahu... cepat atau lambat. Dan lebih baik kalau kabar itu datang darimu. Dari bibirmu, bukan dari siapa pun.” Rania terdiam. Ia menatap meja camilan yang tadinya membuatnya bahagia, tapi kini justru membuat hatinya makin kacau. Helena berdiri, lalu menunduk mengusap pipi cucunya yang mulai memerah. “Kalau kamu mau marah, marahlah. Mau memukul, memaki, menangis—lakukan. Tapi jangan menumpuknya terlalu lama. Luka itu... tidak membusuk kalau dibersihkan. Tapi bisa menghancurkan kalau dibiarkan jadi batu.” Sang nenek melangkah pergi, meninggalkan kamar dengan aroma gula hangus dan kenangan masa lalu. Rania masih duduk diam di sofa, tangannya mengambil potongan cannelé yang seharusnya manis. Tapi tidak ada rasa. Yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD