Hari yang ditunggu pun tiba. Kaleena tampak bahagia ketika dokter mengatakan jika dia sudah boleh pulang. Dan saat ini dia hanya duduk santai di atas brankar sambil menatap infusnya yang tinggal setengah. Kata dokter, infus itu harus habis dulu barulah Kaleena boleh pulang. Dan yang membuat Kaleena kepikiran saat ini adalah, dimana dia harus tinggal? Tidak mungkin juga kan Kaleena kembali ke rumah itu dengan keadaan seperti ini. Magdalena dan juga Aiden pasti banyak bertanya kemana Kaleena pergi selama ini. Dan lagi, perutnya juga tidak mungkin kurus kan? Perut itu pasti akan akan membesar seiringnya waktu. “Itu muka kenapa ditekuk begitu, ada yang kamu pikirin apa?” kata Alden yang sejak tadi memperhatikan mimik wajah Kaleena. Bukannya apa, tadi ketika dokter bilang boleh pulang. Wanita

