Setengah jam sudah Kaleena mencari obatnya dan tidak menemukan sama sekali. Dia masih ingat betul, dimana dia meletakkan obat itu. Di atas meja di depan televisi, dan nyatanya obat itu malah sama sekali tidak ditemukan. Jika saja Kaleena membawa ponsel, atau memiliki ponsel sendiri, mungkin dia akan menelpon Tiara untuk menebus obat itu kembali. Duduk pasrah di depan televisi, akhirnya wanita itu memilih menunggu Devan siapa tahu saja, Devan tahu dimana Kaleena menyimpan obatnya. Menundukkan kepalanya menatap ujung jempolnya, Kaleena berpikir jika dirinya nanti melebar mungkin akan jauh lebih mengerikan. Dia tidak akan bisa melihat ujung kakinya, tidak bisa memotong ujung kukunya dan juga memoles cat kuku indah kesukaan dirinya. Dan yang jelas, Kaleena pasti akan kesusahan naik tangga da

