Secret-40

1925 Words

Kaleena termenung di atas brankar, dengan mata yang fokus menatap televisi yang menyala di hadapannya. Wajahnya begitu pucat, tangannya Tak henti-hentinya menyentuh perutnya yang masih datar. Semalam, Kaleena berhasil melewati masa kritisnya. Dan dokter pun bisa menyelamatkan bayi dan juga ibunya. Walaupun dokter itu menyerah dan menganggap jika dia tidak akan bisa menyelamatkan bayinya. Karena hampir saja remuk. Ternyata tidak … darah yang keluar itu adalah perdarahan kecil, yang dimana perutnya shock menerima pukulan yang keras. "Kaleena … saya minta maaf." Entah sudah berapa kali Alden mengucapkan hal itu pada Kaleena. Dan tak ada satupun kata yang keluar dari bibir Kaleena atas permintaan maaf Alden. Pikirannya terlalu kalut dengan sikap Alden yang sesak hatinya. Selain menyiksa d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD