Bangun dalam keadaan remuk, adalah hal yang biasa dirasakan oleh Kaleena. Hampir setiap hari Alden selalu saja mengajaknya bercocok tanam, tanpa memberi Kaleena andas sekalipun. Pria itu sangat menginginkan anak dari rahim Kaleena. "Al … apa kita disini cuma begini aja?" Alden mengeratkan pelukannya pada tubuh Kaleena. Padahal wanita itu sudah menggeliat dan ingin lepas dari pelukan Alden. "Terus kamu maunya kemana? Kan kamu disini buat nemenin saya kerja." Mendengus kesal Kaleena pun langsung menepis tangan Alden yang ada di perutnya. Wanita itu masih berharap jika Alden akan menyiapkan satu makan malam, atau mungkin tempat yang romantis dimana dirinya dan juga Alden bisa menghabiskan waktu bersama. Bagaimana pun Kaleena juga ingin sekali mengenal Alden lebih dari ini. Siapa tahu

