Helaan nafas keluar dari bibir Kaleena. Dia baru saja mendapat pesan dari Tiara sebuah umpatan. Tentang foto yang dia kirimkan beberapa jam yang lalu. Peduli setan dengan umpatan Tiara, yang penting saat ini Kaleena ingin menikmati hidup beberapa hari kedepan, sebelum kembali ke rumah Alden kembali.
"Leena, aku lapar." kata Alden menggunakan bajunya asal.
Selama dua hari ini, Kaleena baru tahu jika Alden itu kalau tidur tidak mengenakan baju sama sekali. Hanya mengenakan celana pendek saja.
Kaleena menoleh cepat menatap Alden dengan tatapan bingungnya. "Ini masih jam lima pagi, yakin mau makan?"
Alden mengangguk kecil tentu saja. Memangnya kenapa jika jam lima subuh dia lapar? Kalau Kaleena lupa, semalam mereka tidak menikmati makan malamnya sama sekali. Karena Alden pulang dan melihat Kaleena yang hampir membuka baju, membuat Alden khilaf dan lepas kendali. Akhirnya, semalam dia bertempur dengan Kaleena bercocok tanam, membuat Kaleena harus hamil dengan cepat.
Wanita itu mengambil bajunya dan mengenakannya asal. Lalu keluar kamar, dan langsung menuju ke dapur hotel. Untung saja ketika Alden datang, dia juga membeli beberapa stok makanan dan juga cemilan.
Mengambil daging tipis dan juga memasaknya. Kaleena juga membuat irisan buah dengan s**u kental manis dan juga yoghurt. Ini terlalu pagi untuk Kaleena jika dia harus makan nasi. Bukannya diet, hanya saja perut Kaleena selalu mual jika makan nasi terlalu pagi.
Empat puluh lima menit berlalu. Kaleena pun menyelesaikan masaknya, dia pun mengambil nasi dan juga lauknya. Membawanya.pada Alden yang ternyata sudah menunggunya di depan televisi.
"Selamat makan." ucap Kaleena tersenyum manis.
"Hmm. Nanti jam tujuh saya ada kerjaan. Kamu di hotel aja, jangan kemana-mana."
Kaleena cemberut mendengar hal itu. Bagaimana bisa Alden yang sibuk bekerja di luar hotel. Sedangkan Kaleena hanya diam saja di dalam hotel, tanpa melakukan apapun?
Tidak!! Itu tidak boleh terjadi. Bagaimanapun Kaleena harus ikut Alden. Kalau tidak, ya setidaknya biarkan Kaleena menikmati masa liburannya disini, tanpa pengecualian. Lagian, sayang banget kalau dilewatkan seperti ini. Liburan tanpa melakukan apapun, dan hanya diam saja di hotel. Tidak!! Kaleena tidak ingin mati kutu hanya karena Alden.
"Nggak mau!! Aku mau jalan-jalan." protes Kaleena.
Alden menatap Kaleena tajam. "Saya sudah bilang kan. Kalau saya … "
"Alden aku nggak mau mati kutu di hotel. Kamu bisa keluar ketemu orang lain. Terus aku diem aja di rumah? Nggak mau ah, aku mau ikut kamu."
"Kaleena kamu harus tau, semua orang taunya kamu bukan istri saya. Terus sekarang … "
"Tinggal bilang selingkuhan, udah beres!! Lagian nggak mungkin juga kan Bos nggak punya selingkuhan, wanita panggilan, atau nggak one night stand!!" sela Kaleena. Bagaimanapun dia harus keluar dari hotel ini. Apapun caranya. "Kalau nggak boleh, kamu juga nggak boleh keluar dari hotel ini!!"
Kaleena menyembunyikan kartu pintu hotel di sebuah tas miliknya. Lalu kembali ke kamarnya dan menutup tubuhnya dengan selimut tebal miliknya. Dalam hari Kaleeja berharap sifat merajuknya ini bisa membuat Alden berubah pikiran. Kalau tidak pergi bersama dengan Alden, ya setidaknya Kaleena pergi seorang diri jalan-jalan di pantai atau mungkin di sebuah mall untuk belanja.
Menyadari akan hal itu, Alden lebih dulu menyelesaikan acara makannya. Setelah itu, barulah Alden masuk ke kamar mandi dan lebih memilih membersihkan dirinya lebih dulu.
Kaleena pikir Alden akan mendekatinya dan membujuk dirinya, dan mengajaknya keluar hotel. Tapi yang ada, bukannya dibujuk dan di ajak keluar. Kaleena malah melihat Alden yang mengenakan baju kantor lalu meninggalkan Kaleena di hotel.
"Dasar kampret!!" teriak Kaleena kesal, ketika melihat punggung Alden hilang ditelan pintu hotel.
Sudah berharap kalau mau dibujuk dan di ajak pergi. Jatuhnya malah Kaleena kecewa sendiri dengan sikap Alden.
-SecretWife-
Karena kesal dengan sikap Alden. Kaleena memutuskan untuk keluar hotel, dia juga membutuhkan hiburan di dalam hidupnya. Apalagi hidup Kaleena itu susah dulunya, mumpung dinikahi orang kaya cuma karena bayi. Tidak masalah deh, yang penting duit di ATM nya bertambah terus menerus. Sayang juga kalau tidak digunakan untuk belanja. Yang ada duitnya pasti nangis, kayak duitnya tuan crab.
"Mau kemana dulu ya? Kalau langsung pantai kurang seru." gumam Kaleena bingung.
Mengambil ponselnya dan menatap jam di ponselnya. Yang ternyata masih jam sembilan pagi, rasanya sangat disayangkan jika satu hari full hanya di pantai. Yang ada pulang-pulang kulit Kaleena menjadi eksotis sekali, dan membuat Alden tidak mengenalnya.
Wanita itu memutuskan untuk berjalan lebih jauh dari hotel, siapa tahu saja ada tempat bagus dekat dengan hotelnya, yang bisa didatangi siang hingga menjelang sore. Menatapnya banyak orang yang jalan kaki, dan juga kendaran yang lalu lalang. Kaleena juga melihat banyak bunga yang ditaruh di pinggir jalan. Entah untuk apa, tapi Kaleena yakin jika itu adalah sebuah kebiasaan warga setempat.
Karena tidak tahu mau kemana, wanita itu meminta rekomendasi tempat wisata yang wajib dikunjungi. Atau tidak, beberapa tempat yang dekat dengan hotel Grand Hyatt Bali. Disana orang itu merekomendasikan banyak sekali tempat. Tapi karena waktu yang tidak mendukung, ditambah lagi Kaleena yang takut lupa alamat hotelnya, dia pun memutuskan pergi ke museum pasifika bali. Katanya, disini banyak sekali seniman dari asia pasifik dan juga lukisan berstandar internasional.
Kaleena mengelilingi banyak ruangan, dari ruangan satu sampai sembilan. Bahkan setiap ruangan harus dipisah, agar pengunjung tidak bingung ini seniman dari negara mana. Dan tentunya Indonesia ada di room pertama, sedangkan room terakhir adalah ruangan Premiere Art of Vanuatu.
Merasa puas dengan museum ini, walaupun Kaleena bukanlah orang yang suka seni. Tapi untuk mengusir rasa bosannya, tidak maslaah juga jika harus mengulangs eejarah kan?
Perjalanan kedua, karena sudah masuk makan siang. Kaleena pun memutuskan untuk pergi ke Tropical Bali Collection. Perjalanannya masih panjang, jangan sampai Kaleena pingsan di pinggiran jalan hanya karena kelaparan. Dia pun memesan beberapa menu makanan yang menurutnya enak. Entah bagaimana rasanya, tapi jika dilihat dari tempat ini sepertinya ramai dan enak. Peduli setan dengan hal itu, yang penting Kaleena bisa makan enak dan juga kenyang. Barulah dia akan menuju ke pantai, atau mungkin tempat lainnya yang bagus. Tapi jika dilihat, Bali itu kaya akan pantai. Banyak sekali pantai di bali yang indah dan mempesona. Apalagi untuk menikmati sunset, yang seharusnya dinikmati dengan kekasih atau orang yang dicinta. Hanya akan menjadi sebuah impian di bayangan Kaleena.
Dulu, dia juga bermimpi jika dia ingin pergi ke pantai bersama dengan orang yang dia cintai. Menghabiskan waktu bersama bermain air, atau hanya membangun istana pasir. Sayangnya, selain uang menjadi penghalang Kaleena. Pasangan juga menjadi penghalang takdir Kaleena. Karena dulu wanita itu bekerja di club sebagai waiter, selalu dipandang buruk oleh banyak orang. Semua orang selalu menganggap jika Kaleena adalah sama seperti wanita lainnya. Jika membutuhkan banyak uang, dia akan menjual diri. Sedangkan selama ini, Kaleena malah menjaga dirinya untuk tidak dijamah. Dan saat ini, setelah kedua orang tuanya meninggalkan dirinya semuanya telah berubah. Kaleena tanpa ambil puing mengiyakan ucapan Alden, ketika pria itu mengajak Kaleena menikah. Walaupun dia tahu, jika Alden hanya menginginkan anak dari rahimnya saja. Selebihnya tidak lagi.
Menikmati makan siangnya dengan kesunyian, Kaleena pun mempercepat acara makannya. Dia ingin pergi dari tempat makan ini, da menuju tempat impiannya. Tidak masalah hari ini dia datang ke pantai seorang diri. Setelah ini, besok atau lusa Kaleena berharap dia bisa datang bersama dengan orang yang dia cintai.
-SecretWife-
Pilihan terakhir Kaleena pun memilih pantai kuta selatan. Dia pun duduk di kursi panjang yang terbuat dari bambu, hanya duduk sambil menatap luasnya pantai ini dengan banyaknya orang yang berlalu lalang. Semua orang menggunakan bikini yang sangat seksi, dan menonjolkan lekuk tubuh mereka. Disini Kaleena juga bisa melihat bentuk tubuh pria yang kekar dan berotot macam Alden. Padahal, Kaleena berpikir di dunia ini hanya ada Alden saja yang memiliki tubuh kekar macam itu. Ternyata banyak juga dan bertato. Ya, maklum saja selama ini Kaleena hanya melihat tubuh Alden saja, selebihnya tidak pernah.
“Huh .. coba saja ada Alden pasti bagus.” gumam Kaleena.
Nyatanya sesampainya di pinggir pantai, Kaleena malah ingin tidur. Dia tidak peduli ketika banyak orang yang melihatnya. Karena bajunya sendiri yang berbeda, sebenarnya tidak, tidak hanya Kaleena saja. Banyak orang yang datang hanya duduk di atas pasir putih sambil memainkan batu karang.
Dalam pikiran Kaleena saat ini adalah, Alden yang ada di sampingnya tengah menarik pinggangnya. Mencumbu mesra bibirnya tanpa henti. Menyentuhnya penuh gairah dan juga memabukkan. Memanjakan dirinya, dan juga membuat Kaleena memohon ampun, ketika pria itu berada di atas tubuhnya, Kaleena langsung membuka kedua bola matanya cepat, ketika bayangan tak senonoh itu datang menghampirinya. Bisa-bisanya dia membayangkan hal panas yangs eharusnya dia lakukan dimalam hari. Memijat pelipisnya, Kaleena pun merubah posisi duduknya, dia pun menikmati matahari yang hampir saja tenggelam. Mungkin ini akan menjadi momen paling indah untuk Kaleena nantinya. Hidupnya selanjutnya tidak akan seberuntung ini lagi, mumpung dia masih didukung penuh oleh Alden, dan hal itu sama sekali tidak boleh disayangkan.
Kaleena mengambil beberapa foto sebelum dia benar-benar pergi dari tempat ini. Dia harus kembali ke hotel sebelum Alden datang, atau tidak pria itu pasti akan marah-marah tak jelas pada Kaleena.
“Kita pulang ya, saya capek.” kata Kaleena pada sopir sewanya.
Ya maklum saja kalau naik bus juga membutuhkan biaya yang mahal dan banyak. Untung saja orang itu merekomendasikan Kaleena untuk menyewa mobil plus drivernya. Selain murah, Kaleena juga tidak harus kerepotan kendaraan, parkiran dan juga saat macem dan memburu waktu.
Tidak membutuhkan waktu lama, kaleena pun langsung turun dari mobilnya. Dia juga membayar sewa mobilnya, karena Kaleena hanya membutuhkan mobil ini dalam satu hari ini saja. Karena dia merasa jika esok dia belum tentu diperbolehkan keluar lagi dengan Alden. Kecuali jika pria itu pergi dan Kaleena pergi berjelajah.
Memasuki lingkup hotel, Kaleena pun segera ke kamarnya dengan cepat. Dengan harapan jika Alden belum pulang ke hotel. Dan benar saja, kamar hotel ini masih gelap itu tandanya Alden belum pulang. Cepat-cepat Kaleena pun menyalakan lampu hotel dan terkejut. Tentu saja kaleena terkejut, ketika melihat Alden yang duduk di sofa hotel sambil menikmati wine yang ada di tangannya, Wanita itu menelan salivanya begitu kasar, melepas sepatunya dan meringis mendekati Alden.
Kaleena nyengir. “Kamu kok udah pulang ke hotel? Mana nggak bilang aku lagi.”
“Biar nggak tau ya, kalau kamu keluar tanpa izin aku?’
Kaleena menggeleng cepat. Bukan!! Bukan itu maksudnya!! Dia hanya keluar sebentar dari hotel, hanya untuk mengusir rasa bosannya. Dia bosan jika hanya di hotel, makan, tidur dan menunggu Alden pulang ke hotel. Dan melihat wajah Alden. Kaleena juga membutuhkan hiburan dan udara segar. Apalagi dia juga lagi program hamil kan? Bukannya setiap dokter pasti bilang, jika ibu yang akan mengandung dilarang stres dan banyak pikiran. Itu bisa mengganggu kesehatan calon ibu hamil. Itu sebabnya Kaleena keluar hotel untuk menghirup udara segar.
“Harus dari jam sembilan sampai jam tujuh malam ya, hiburannya?” sindir Alden.
“Eh nggak kok. Cuman sayang aja kalau cuma satu tempat. tadinya aku pengen ngajakin kamu ke pantai, sambil menikmati sunset. Tapi aku sadar diri, kalau kamu nggak akan mau aku ajak ke pantai. Makanya aku lama disana.”
Alden hanya meliriknya saja tidak menjawab. Yang ada Alden malah meminta Kaleena untuk mandi, badan wanita itu pasti lengket karena keringat. Walaupun keringatnya tidak tercium,dan hanya aroma parfum yang tercium di hidung Alden. Tapi tetap saja, kaki jenjang itu mampu mempengaruhi Alden.
“Tapi aku belum masak. Aku juga nggak beli makanan jadi.” kata Kaleena merasa bersalh.
“Nggak papa. Biar saya aja yang masak”
“Eh bisa?”
“Kamu mengejek saya?” kata Alden menatap Kaleena tajam.
Wanita itu menggeleng cepat dan langsung kabur memasuki kamar mandi. Jangan sampai Alden berubah pikiran, dan meminta Kaleena yang masak. Masih untung punya suami yang ngerti, ketika istrinya lelah jalan-jalan dan dengan senang hati, sang suami langsung menawarkan diri untuk masak. Nikmat Tuhan mana yang harus Kaleena lewatkan saat ini? Tidak ada.
-SecreWfe-