Secret-16

1828 Words
Kevin menegakkan tubuhnya, menatap Aiden dengan serius. Baru kali ini Aiden mau mengurusi hubungan asmara Alden. Padahal sejak waktu itu, Alden dan juga Aiden saling acuh dan sibuk dengan dunia mereka masing-masing. Bahkan Alden dan juga Aiden sempat membuat perjanjian, jika mereka berdua sama sekali tidak boleh mengurusi hidup mereka satu sama lain. Dan ini memang aneh menurut Kevin, jika Aiden sempat bertanya seperti itu.  "Maksud lo?"  Aiden memicing, tangannya menyentuh kopi susunya dan meneguknya dengan perlahan. Tidak mungkin jika Kevin tidak tahu apa maksud Aiden saat ini. Bahkan Aiden bertaruh, jika Kevin sejujurnya tahu tapi menuruti semuanya dari Aiden.  "Kaleena siapa yang lo maksud? Gue taunya Chika."  Pria itu menggeleng. Dia pun mengambil roti gulungnya dan memakannya. "Nggak tau deh. Lupa." kilah Aiden.  Mungkin benar, Kevin tahu tapi dia memilih tidak memberitahu Aiden sama sekali. Itu sebabnya dia mengelak dan mengatakan Chika. Sedangkan Aiden sendiri tidak tahu, dan tidak kebal Chika itu siapa.  Karena tidak ada yang dibahas kembali, Aiden pun memilih pergi. Hujan juga sudah mulai reda, Aiden tidak perlu khawatir seperti Kevin yang mengendarai motor.  "Gue balik kantor dulu ya. Ada kerjaan yang harus gue urus." pamit Aiden.  "Iyee, ati-ati Ai."  Aiden mengangguk kecil dan menjabat tangan Kevin. Setelah itu pergi dari restoran membawa banyak tumpukan kertas hasil presentasi Kevin. Memasuki mobilnya, Aiden pun mengambil ponselnya yang ketinggalan di mobil. Selama ini Aiden memiliki dua ponsel. Satu untuk pribadi, satu untuk kerja. Karena Aiden bukan Alden yang semuanya di jadikan satu, antara privasi dan juga pekerjaan.  Dan ternyata ada satu pesan dari Kaleena, yang mengatakan jika dia baik-baik saja dan sedang mengurus sesuatu pada suaminya. Itu sebabnya dia tidak pulang untuk beberapa hari ke depan. Kaleena juga bilang jika motor Aiden ada di kantor Alden. Jadi, jika dipikir, sebelum wanita itu menghilang itu tandanya Kaleena sedang berada di kantor Alden? Tapi untuk apa?  Menghela nafasnya berat, Aiden pun membuangnya begitu last. Bodoh jika dia harus bertanya pada Kevin. Tentu saja pria itu akan menyembunyikan kebenarannya pada Aiden. Tidak mungkin Kevin mau membuka semua rahasia Alden selama ini pada Kevin. Apalagi masalah Alden dan juga Kaleena. Selama ini Kevin adalah orang kepercayaan Alden. Apapun yang Alden rasakan, apapun yang Alden lakukan selalu saja Kevin tahu. Itu sebabnya mustahil jika Kevin tidak tahu siapa Kaleena.  "Sh-it!!! Gue bo-doh!!" Aiden memukul setir kemudinya lalu meninggalkan parkiran cafe ini. Jangan sampai Kevin curiga jika dirinya masih berada di area cafe.  Disisi lain, Kevin langsung menelpon Alden dan memberitahu soal pertanyaan Aiden. Jika adiknya itu sempat menanyakan hubungan antara dirinya dan juga Kaleena. Tapi untung saja, Kevin berkilah dan tidak memberitahu apapun pada Aiden.  Sebenarnya Kevin sedikit curiga, lebih tepatnya penasaran. Karena beberapa kali Kevib juga sempat bertemu Aiden bersama dengan Kaleena. Tapi Kevin juga penasaran, atas dasar apa Aiden bertanya macam itu pada Kevin? Pasti ada yang dilakukan Alden dan Kaleena sehingga menimbulkan kecurigaan pada Aiden.  "Gue nggak ngelakuin apapun. Gue selalu hati-hati pas di rumah. Jaga jarak juga sama Kaleena. Mana mungkin dia tahu hubungan gue sama Kaleena apa!!" dengus Alden diseberang sana.  "Intinya … lo harus hati-hati. Jangan sampai dia tahu, apa yang lo rencanakan kedepannya Al. Gue ngerasa bersalah banget sama itu orang, karena keegoisan lo gue ikut campur."  "Bawel!! Gue tutup mau pulang ke hotel!! Capek gue di luar hotel terus."  Kevin tertawa kecil. "Iyee, jangan kenceng-kenceng. Takutnya hamil."  Kevin mendengar gelak tawa Alden. Setelah itu dengan tidak sopannya, Alden malah mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. Padahal Kevin masih ingin berbicara pada Alden dan ini masalah bisni.  Menatap ponselnya yang padam, Kevin pun mengumpat kencang. Dia pun langsung menyimpan ponselnya dan meninggalkan cafe. Ada banyak pekerjaan yang harus dia lakukan, termasuk pulang ke apartemennya dengan urusan biologisnya.  -SecretWife-  Dengan berpura-pura lelah, Alden pun masuk ke dalam kamar hotel yang disewa. Hal pertama yang dia lihat adalah Kaleena yang tengah sibuk dengan paper bag, yang dibelikan Alden beberapa jam yang lalu. Wanita itu mengenakan kemeja Alden berwarna putih tebal, dengan menyemprotkan banyak parfum dengan aroma berbeda dan membuat Alden pusing seketika. Belum lagi kaki telanjangnya yang dibalut dengan Stiletto silver yang ternyata pas untuk kakinya.  Kaki Alden melangkah mendekat, niat hati dia ingin memberi kejutan pada Kaleeja jika dirinya sudah pulang. Tapi baru juga beberapa langkah, Alden malah menghentikan langkahnya dan menatap Kaleena yang mulai melepas bajunya.  "Apa yang kamu lakukan Leena?" teriak Alden reflek.  Kaleena terhentak dan menatap Alden yang berdiri tak jauh darinya. Ia pun langsung membenarkan letak bajunya kembali, dan menggancingkan nya hingga ke leher.  "Kamu kenapa masuk nggak bilang sih!!" setelah memakai bajunya dengan benar. Wanita itu membalik badannya dan menatap Alden tajam. "Bisakah ketuk pintu, atau pacet bel?"  Alden hanya geleng kepala. Dia pun langsung melempar tas kantornya, dan menggulung lengan kemejanya. "Kamu sendiri yang ngapain, kenapa lepas baju segala? Udah tau suaminya mau pulang, malah di suguhi begitu!!" Hargai saya dong yang capek, jangan di goda apalagi dipancing!!"  Mengusap dadanya dengan lembut, Kaleena pun memberitahu Alden. Jika dirinya tidak menggunakan bra dan juga CD. Akibat Alden yang membawanya kabur, tanpa membawa apapun.  Langsung saja pria itu menunjuk paper bag, yang isinya CD dan juga bra yang dia belikan tadi. Bahkan ketika membeli pun Alden harus menahan malu, karena dia sendiri tidak tahu ukuran milik Kaleena. Dan juga warna apa saja yang wanita itu suka. Tentu saja Alden menggunakan jurus ngawur. Mengambil bra dan juga CD yang menurutnya bagus dan nyaman digunakan. Bahkan tadi Alden juga sempat meminta karyawan toko, untuk memilihkan yang bagus pula.  "Saya sudah belikan untuk kamu. Kenapa nggak dipakai sejak tadi?"  Kaleena memutar bola matanya malas. "Aku mau pake terus kamu datang!! Terus … kamu tau darimana ukuran bra aku 34?" kata Kaleena memicing.  Alden gelagapan, dia pun menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal sama sekali. "Saya hanya menebak. Saya mau mandi, dan jangan goda saya lagi dengan telan-jang bulat di depan saya!!" ujar Alden dan pergi begitu saja.  Kaleena melonggi menatap kepergian Alden dengan bingung. Siapa juga yang ingin menggoda pria itu? Tadi itu Kaleena memang ingin menggunakan bra barunya, yang bahannya sangat halus itu. Tapi pas mau membuka baju, kenapa juga dia harus datang tiba-tiba. Belum lagi telinga Kaleena yang tiba-tiba budek, tidak bisa mendengar derap kaki Alden sama sekali.  "Otak kalau ndak bisa waras ya begitu!! m***m terus bawaanya!!" gerutu Kaleena kesal.  -SecretWife-  Duduk di ayunan kayu depan rumah, Aiden merenungi nasibnya yang tidak bisa bertemu dengan Kaleena. Dia juga jarang mengirim pesan pada wanita itu, karena Aiden sendiri juga tidak tahu pesan apa yang harus ditulis dan dikirimkan pada kaleena. Dan sejak tadi, pria itu hanya diam saja dan menunggu pesan atau telepon dari wanita itu. Tapi … mana mungkin Kaleena mengabari Aiden jika tidak ada yang penting sama sekali.  Yang ada dipikian Aiden saat ini adalah, hilangnya Kaleena sama seperti perginya Alden. Abangnya itu mengatakan jika dia akan pergi ke bali beberapa hari kedepan, untuk masalah bisnis. Sedangkan Kaleena yang mendadak hilang, dan hanya mengirim pesan pada Aiden. Jika dia akan menyelesaikan urusannya dengan suaminya yang meninggalkan dirinya. Disini, Aiden berpikir jika hal itu sangat disengaja. Jiak Alden mengajak Kaleena untuk pergi ke bali, selain untuk bisnis. Mungkin saja Alden memiliki niat lain untuk mendekati kaleena.  Semenjak dia pergi … tidak ada wanita lain yang dekat dengan Alden. Atau mungkin Aiden saja yang tidak tahu wanita mana yang sudah berhasil Alden gandeng.  Mengusap wajahnya kasar. Aiden malah dikejutkan dengan sebuah tepukan di bahunya. Pria itu menolehkan kepalanya pelan dan menatap Magdalena yang tersenyum manis di hadapannya. Wanita itu memiliki sikap sabar yang luar biasa. Semoga nanti, jika Aiden beruntung, dia ingin memiliki istri yang sifatnya mirip dengan Magdalena.  “Mami kok belum tidur.” kata Aiden. Dia pun meminta Magdalena untuk duduk di sampingnya,  Wanita itu mengambil posisi di depan Aiden, dan meneliti raut wajah Aiden yang tampak khawatir sekali. “Kamu sendiri kenapa belum tidur? Ada yang kamu pikirin?” Aiden menggeleng, tidak ada yang dia pikirkan untuk saat ini. Dia hanya ingin menikmati angin malam di ayunan ini seorang diri. Tapi tidak masalah, jika Magdalena dayang dan menemnai Iaden. Setidaknya Jordy tidak protes dan marah pada Aiden. Saat istri tercintanya tidak lagi di rumah. Magdalena tertawa kecil. "Nggak lah, ngapain papi kamu marah. Sama anak sendiri masa iya cemburu."  "Dih, Mami nggak tau aja. Pas aku nganterin Mami ke salon, inget nggak? Itu papi marah loh."  Ya, Aiden masih ingat betul ketika Magdalena pergi ke salon dan tidak ada yang mengantar. Waktu itu Magdalena memang sudah menelpon Jordy. Karena karena dalam waktu setengah jam Jordy tidak datang. Akhirnya Magdalena meminta Aiden untuk mengantar Magdalena pergi ke salon. Mami nya itu beda dengan mami pada umumnya. Yang biasanya berpenampilan layaknya seorang ibu dan istri. Nyatanya Magdalena malah berpenampilan layaknya remaja. Rambutnya yang panjang dan Curly, baju yang masukkan dengan jaket crop, membuat semua orang menganggap jika Magdalena adalah kekasih Aiden. Ditambah lagi bawahan Magdalena yang membuat Aiden geleng kepala. Jika wanita itu mengaku kekasih Aiden yang disembunyikan. Tentu saja hal itu langsung membuat Jordy uring-uringan. Setelah kejadian itu, barulah kemanapun Magdalena pergi selalu Jordy yang mengantar. Dan menolak keras jika Aiden yang akan mengantar Magdalena.  "Udah ah, masa lalu jangan dibahas. Harusnya yang dibahas itu kamu. Kenapa jam segini belum tidur. Terus kamu juga kayak lagi sedih banget. Ada apa sih?"  Aiden menatap Magdalena nanar. "Kelihatan ya Mi?"  "Banget. Ada apa? Sini cerita sama Mami."  Menghela nafasnya berat, Aiden pun menceritakan kegundahan hatinya. Jika dia memikirkan Kaleena setelah wanita itu pergi. Walaupun dia sudah bilang pergi kemana. Menurut Aiden itu tidak masuk akan. Apalagi perginya Kaleena sama persis, dengan perginya Alden. Bukannya itu terlihat aneh? Kenapa perginya harus sama dengan Alden? Dan lagi, sebelum pergi Kaleena juga bilang jika dia berada di kantor Alden. Meninggalkan motor kesayangan Aiden disana. Itulah yang membuat Aiden berpikir dua kali, dengan hal ini.  Aiden juga melihat Alden mencengkram rahang Kaleena. Waktu wanita itu berenang di malam-malam. Entah apa yang mereka bahas, tapi terlihat jelas jika Alden tengah marah dengan Kaleena.  "Aku cuma takut, ketika perasaan ini muncul. Dan semuanya seperti dulu. Mi … hubungan aku sama Abang baru saja dimulai. Aku nggak mau kisah ini kembali terulang." jelas Aiden mengusap wajahnya kasar. Menepuk bahu Aiden dan mencoba untuk bersabar. Magdalena meminta Aiden untuk gerak cepat. Jika memang dia menyukai Kaleena. Masalah status, Magdalena tidak masalah. Yang terpenting perempuan itu harus bisa membahagiakan anaknya kelak.  Mendengar hal itu kekhawatiran Aiden hilang seketika. Bagaimana dengan oma? Apa wanita tua itu bisa menerima Kaleena nantinya? "Mungkin saja bisa. Mami akan berbicara dengan Oma tentang masalah ini. Biar Oma bisa menerima keputusanmu seperti apa."  "Janji ya Mi bantu aku."  Magdalena menangkup kedua pipi Aiden dengan lembut. "Mami nggak mau janji sama kamu. Tapi Mami akan berusaha semaksimal mungkin, untuk kebaikan kamu dan juga Abang."  Tidak salah bukan, jika Aiden menginginkan istri yang sifatnya seperti Magdalena. Selain lemah lembut, dan sabar. Magdalena juga jarang sekali marah. Tidak!! Tidak!! Bahkan dari Aiden kecil bunga besar, Aiden belum pernah melihat Magdalena marah sekalipun. Itu sebabnya Aiden berpikir jika wanita itu tidak memiliki emosional seperti dirinya.  "Iya Mami. Terima kasih."  -SecretWife- 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD