Kaleena mengerucutkan bibirnya, ketika dia bangun tidur dan tidak ada Alden di sampingnya. Dia pun memunguti sisa bajunya kemarin dan mengenakannya asal. Jangan tanya kenapa, tentu saja semua orang tahu. Jika baju dan apapun itu berserakan di atas lantai.
Wanita itu segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Mengambil baju milik Alden dan mengenakannya asal juga. Peduli setan kalau tidak mengenakan apapun, lagian siapa yang suruh keluar kota dadakan macam ini. Ditambah lagi, Kaleena tidak membawa apapun kecuali ponsel. Dan motor Aiden? Dengan amat terpaksa Kaleena pun meninggalkan motor itu di kantor Alden. Sekarang wanita itu tengah berpikir, alasan apa yang masuk da pas ketika keluarga Alden bertanya, dimana Kaleena selama ini. Memikirkannya saja membuat Kaleena pusing setengah mati.
Hampir tiga puluh menit, Kaleena pun baru saja.
menyelesaikan ritual mandinya. Dia pun mengelilingi hotel vvip ini dan mencari sosok Alden. Dan sayangnya, Kaleena sama sekali tidak menemukan Alden di sudut ruangan ini.
"Dia kemana sih? Udah kayak apa aja, yang habis di gituin langsung minggat." dengus Kaleena.
Mendadak perut wanita itu berbunyi, tanda jika dia tengah hamil. Untung saja hotel yang dipilih Alden ini cukup luas, sudah mirip seperti apartemen. Ada dapur dan juga balkon yang langsung mengarah ke luar. Ditambah lagi ada kolam renangnya secara pribadi. Sedangkan di luar balkon kamar, juga ada kolam renang.
Menuju dapur berharap menemukan sesuatu, nyatanya wanita itu sama sekali tidak menemukan apapun. Dia hanya melihat kompor modern dan juga panci untuk masak. Sedangkan yang dimasak tidak ada sama sekali.
"Astaga … makan angin!!"
Keluar dari dapur, Kaleena malah mendengar suara ketukan pintu kamar hotel ini. Dia pun segera menuju pintu utama ruangan ini, dan menemukan satu pria yang mengenakan baju putih dengan mendorong troli di depannya.
"Selamat siang, dengan Ibu Kaleena? Saya mau mengantar makan siang atas pesanan Tuan Alden." katanya.
Mata Kaleena berbinar seketika. Dia pun mempersilahkan orang itu masuk dengan cepat. Perutnya sudah sangat lapar, karena sejak semalam Alden sama sekali tidak memberikan Kaleena makan sama sekali.
Memastikan orang itu pergi dan kembali menutup pintu kamar hotel. Kaleena pun langsung menyantap makanan itu dengan nikmat. Padahal tadi, dia berpikir jika Alden tidak akan menghidupkannya kembali, dan membiarkan Kaleena mati kelaparan di kamar ini. Ternyata tidak juga, walaupun cuek pada Kaleena nyatanya pria itu juga perhatian pada Kaleena.
"Hmmm, kenyang." ucap Kaleena sambil mengusap perutnya. "Calon dedek bayi yang nantinya tumbuh di rahimku, buruan atuh. Biar Mama mu ini bisa balas dendam sama Maria, calon nenek buyut kamu itu yang jahatnya minta ampun." ujarnya dan cekikikan.
Selesai makan, Kaleena pun lambung mencari ponselnya. Dia ingin menghubungi Alden. Tapi yang ada, Kaleena malah terkejut dengan banyaknya misscall, pesan dari dua orang. Siapa lagi jika bukan Magdalena dan juga Aiden. Dan lebih banyak Aiden yang terus menelpon setiap detik, bahkan pria itu juga mengirim ratusan pesan untuk Kaleena.
"Satu lagi dua ratus, dapat piring cantik." kekeh Kaleena.
Wanita itu segera membuka pesan Aiden. Dan menggerakkan jemari cantiknya di layar ponselnya. Jika dirinya baik-baik saja dan tengah menyelesaikan masalah dengan suaminya yang belum berakhir. Dam hati Kaleena meminta maaf karena sudah berbohong pada Aiden. Tapi kan ini juga demi kebaikan bersama. Antara Alden dan juga Aiden agar tidak salah paham. Masalah foto, mungkin Kaleena akan mencarinya setelah pulang dari Bali.
Menghabiskan makan siangnya, Kaleena memanggil pegawai hotel untuk mengambil piring kotor. Kaleena paling tidak suka jika ada benda kotor yang depannya. Sambil menunggu, Kaleena pun mengambil ponselnya kembali dan mengirim pesan pada Tiara. Jika dirinya tengah liburan di Bali. Ah tidak!! Lebih tepatnya menemani Alden di bali, dirinya juga tidak tahu apa yang terjadi. Dan nyatanya Kaleena hanya ditinggal di hotel mewah ini.
Suara ketukan pintu membuat Kaleena bangkit dari posisi nyamannya. Dia pun membuka pintu ini dan terkejut, dengan banyaknya orang yang berdiri di depan pintu kamar hotelnya.
"Kenapa kok rame-rame ya?" tanya Kaleena bingung.
"Maaf Nyonya, saya di minta Tuan Alden untuk mengantar barang ini untuk Nyonya Kaleena." kata salah satu diantaranya, dan memberikan Kaleena beberapa paper bag ke arah Kaleena.
"Dan saya mau mengambil piring kotor Nyonya." ucap satunya lagi, dengan mendorong troli. Kaleena langsung minggir dan membuat orang itu masuk, dan mengambil piring kotor bekas makan siang Kaleena.
"Terus kamu?" kaya Kaleena menunjuk satu orang lagi di samping orang yang memberikan paper bag pada Kaleena.
Pria itu menunduk, dan mengambil dua paper bag juga. "Saya juga nganter ini Nyonya. Diminta Tuan Alden."
Kaleena mengangguk dan meminta dua orang ini membawakan paper bag itu masuk ke dalam kamar hotelnya. Setelah memastikan tiga orang itu pergi dari kamar Kaleena. Wanita itu langsung membuka lima paper bag di hadapannya.
Paper bag hitam yang dia buka lebih awal, isinya hanya sebuah sepatu dan juga Stiletto silver yang sangat cantik. Tentu saja Kaleena langsung mencoba Stiletto barunya dengan hati gembira. Ya Tuhan … kapan terakhir Kaleena membeli sepatu baru?
"Cantik." komentar Kaleena.
Paper kedua, isinya hanya sebuah baju dan juga dalaman. Wanita itu sempat menenteng bra dan juga CD di hadapannya. Jika Alden yang membelinya, apa mungkin pria itu tahu ukuran bra dan juga CD Kaleena?
Beralih ke paper bag berwarna hijau, yang ternyata isinya sebuah jam tangan mahal pengeluaran terbaru. Kalau dipikir ini jam juga harganya sangat mahal. Tidak mungkin Kaleena mampu membelinya.
"Ini orang beli banyak hadiah buat apa sih?" gumam Kaleena. Dia menjadi penasaran pada Alden, yang tiba-tiba saja baik pada Kaleeja. Padahal baru kemarin pria itu marah karena Kaleena lancang menemukan foto itu di kamar Alden.
Mengambil paper bag orens. Wanita itu menemukan sebuah tas branded juga, yang harganya mungkin bisa untuk membeli motor. Bahkan lebih dari satu. Sedangkan paper bag merah muda, Kaleena menemukan satu kotak parfum dengan brand ternama, isi parfum itu ada lima dengan wanita yang berbeda.
Tidak mau menyia-nyiakan waktu, wanita itu langsung mengambil foto barang yang dibelikan Alden. Lalu mengirimnya pada Alden dan juga Tiara. Jangan sampai wanita itu berteriak pada Kaleena setelah melihat apa yang wanita itu kirim pada Tiara.
-SecretWife-
Menaruh curiga pada Alden dan juga Kaleena. Aiden pun memutuskan untuk bertemu dengan Kevin. Selain untuk pekerjaan yang dilimpahkan Alden pada Aiden. Tidak ada salahnya jika Aiden menyinggung sedikit hubungan mereka.
Ucapan di kolam renang itu memang membuat Aiden sangat penasaran. Selain Aiden tidak mampu mendengar dengan baik. Aiden juga merasa curiga ketika Alden mencengkram rahang Kaleena. Seolah pria itu tidak terima dengan apa yang diucapkan Alden.
Menunggu hampir setengah jam, Aiden memutuskan untuk pergi dari cafe ini. Tapi baru juga membalik badannya. Dia malah menemukan Kevin yang baru saja masuk dengan mengibaskan jaketnya. Di luar sana tengah turun hujan, itu sebabnya Kevin datang dengan keadaan setengah basah.
"Sorry gue telat. Kehujanan gue, dan lupa nggak bawa jas hujan." kata Kevin.
Aiden mengangguk, dia pun memanggil waiters cafe ini untuk memesan minuman hangat untuk Kevin. Bahkan Aiden juga meminta Kevin untuk istirahat sebentar, sebelum presentasi ini dimulai. Katanya, ini adalah presentasi penting bagi Alden, karena menyangkut tiga perusahaan yang ikut serta dalam hal ini. Entah proyek apa, tapi jika dilihat Alden itu selalu saja terlibat proyek yang cukup lama dan berhasil.
Pesanan Aiden pun datang, Kevin langsung menikmatinya dengan cepat. Selain badannya yang dingin, baju dan juga jaketnya juga basah. Ditambah lagi Kevin yang datang menggunakan motor tidak dengan mobilnya. Pria itu berpikir, jika cuaca akan cerah, dan menganggap hanya pagi yang gelap. Karena langit hitam, seolah akan turun hujan. Tapi yang ada siang hari, Kevin harua terjebak hujan di tengah jalan ketika dia akan bertemu dengan Aiden. Jika tahu hal itu akan terjadi, mungkin Kevin tidak akan membawa motor melainkan mobilnya yang jarang dia kendarai.
"Oh ya, Abang lo kemana? Kok tumben dia minta lo yang datang." tanya Kevin penasaran.
Pasalnya dua jam sebelum Kevin berangkat. Alden menelponnya untuk menemui Aiden di cafe yang sudah direncanakan. Sedangkan Alden juga tidak mengatakan apapun selain alamat cafe dan juga Aiden. Bahkan ketika Kevin bertanya, dimana Alden berada. Pria itu hanya diam saja tanpa mengatakan apapun. Tentu saja hal itu langsung membuat Kevin penasaran. Tidak seperti biasanya, Alden berbuat seperti ini.
"Abang ke Bali, ada kerjaan katanya." jawab Aiden santai. Sesekali menekuk s**u coklatnya.
"Ke Bali? Sama siapa?" dan kenapa hal ini saja Kevin tidak tahu. Apa mungkin Alden ke Bali dengan Kaleena?
"Sendiri. Kemarin malam berangkat."
Bukannya ini terdengar aneh? Ya, Kevin akui sebelum ada Kaleena, Alden selalu berangkat ke mana pun seorang diri. Tapi untuk saat ini, mana mungkin Alden berangkat sendiri. Sedangkan Alden tengah bertengkar dengan Kaleena masalah foto Vanya. Dan saat ini Kevin berpikir, jika Alden berangkat ke Bali bersama dengan Kaleena.
Pria itu mengeluarkan ponselnya, dia pun mengirim pesan singkat pada Alden. Hanya untuk memastikan jika pria itu ke Bali, sendiri atau bersama dengan Kaleena. Peduli setan jika Alden akan marah, dan menganggap jika Kevin akan mengganggu honeymoon mereka.
Aiden meminta Kevin untuk segera presentasi masalah kerjaan Alden. Tentang proyek baru yang akan mereka rilis. Kevin pun langsung meminjam laptop Aiden dan menancapkan flashdisk miliknya dan memulai presentasi.
Selama presentasi, Aiden sendiri tidak begitu fokus. Walaupun tatapan mata itu terarah pada laptop yang menyala di hadapannya. Nyatanya, pikirannya malah terarah pada Kaleena dan juga Alden. Dia merasa jika mereka berdua tengah menyembunyikan sesuatu dari Aiden. Walaupun Aiden sudah berpikir positif, tapi nyatanya feelingnya tidak bisa dibohongi sama sekali.
"Jadi bagunan ini akan di bangun di tengah kota Surabaya. Kalo lo setuju gue tinggal … " Kevin menghentikan ucapannya menatap Aiden yang tampak tak fokus. Bahkan ketika Kevin menjentikkan tangannya di hadapan Aiden, pria itu sama sekali tidak mengedipkan kedua bola matanya.
Kevin tersenyum simpul, dan menyenggol lengan Aiden. "Lo lagi mikirin apa sih, Ai. Gue jelasin panjang lebar, lo malah nggak fokus."
Menghela nafasnya beras Aiden pun mengusap wajahnya dengan kasar. "Sorry gue lagi banyak pikiran. Jadi gue nggak fokus sama penjelasan lo."
Kevin mengangguk kecil. "Kita tunda besok juga nggak papa, Ai."
Aiden menggeleng, tidak. Meeting ini harus berakhir hari ini juga. Aiden tidak mau menimbun pekerjaan, yang nantinya akan membuat Aiden kesusahan. Itu sebabnya Aiden meminta Kevin menjelaskan kembali.
Dengan senang hati Kevin menjelaskan kembali pada Aiden tentang proyek baru Alden. Dan kali ini Aiden benar-benar fokus pada penjelasan Kevin. Bahkan Aiden juga melontarkan banyak pertanyaan pada Kevin.
Hampir satu jam akhirnya presentasi Kevin pun selesai. Aiden bernafas lega akan hal ini, dan menumpuk banyak pertanyaan dan juga jawaban dari Kevin tadi. Ini sebagai tanda bukti, jika nanti Alden pulang dia bisa menyerahkan lembaran ini pada Alden. Bahkan Aiden juga meminta Kevin menyalin presentasinya tadi ke laptopnya agar Aiden bisa mengirim file itu pada Alden. Entah berguna atau tidak, di baca atau tidak yang penting Aiden sudah mengirimnya.
"Habis gini gue copy, biar Abang lo nggak bawel!!". kekeh Kevin dan membuat Aiden tersenyum simpul.
Pria itu meneguk minumnya dengan pelan. Sesekali menatap luar cafe, berharap jika hujannya sudah reda. Tapi yang ada, bukannya reda hujan itu malah semakin deras.
"Kev … ada yang pengen gue tanyain. Tapi gue harap lo mau jawab jujur." kata Aiden akhirnya.
Kevin mengernyitkan keningnya heran. "Apa? Selama gue bisa jawab, ya gue jawab. Tapi kalau gue nggak bisa jawab, ya gue skip."
Aiden tampak ragu, tapi jika dia tidak bertanya pada Kevin. Yang ada Aiden tidak akan mendapat jawaban dari pertanyaan yang bersarang di otaknya.
"Ini bocah malah diem aja. Mau tanya apaan sih lo, bikin penasaran." kata Kevin kembali.
Menarik nafasnya dalam-dalam Aiden pun berkata, "Lo tau nggak hubungan Abang gue sama Kaleena itu apa?"
-SecretWife-