F22

2149 Words

Mata biru itu terus bergerak mengikuti arah perginya seseorang yang sekarang berstatus sebagai tunangannya itu. Dan yang tak lama lagi akan menjadi suaminya. Ya dia adalah Agatha yang memperhatikan Dipta sedang bermain bola basket dilapangan taman yang biasanya mereka datangi sejak kecil. Agatha duduk di anak tangga sambil bersimpu dagu dan terus memperhatikan gerak gerik Dipta yang begitu lihai dalam mempermainkan bola itu.  Tiba tiba bola itu menggelinding dan berhenti tepat di depan Agatha. "still don't want to play?" Tanya Dipta. Agatha menggeleng Dipta menghela nafasnya. Ia mengusap keringat didahinya dengan lengan bajunya. Kemudian ia duduk di samping Agatha. Dipta memegang kening Agatha untuk merasakan suhu tubuhnya "Demamnya udah menurun. Apa masih pusing? Kalau pusing ki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD