
kamu adalah bagian hidupku yang memancarkan cahaya ~•fotosfer•~
"kamu yakin?" Tanya Diaz pada Agatha. Agatha menganggukkan kepalanya.
"Ga ada cara lain selain ini. Mungkin setelah ini hati ayah akan luluh"
"Tapi aku cinta sama kamu, aku mau ngejaga kamu, bukan ngerusak kamu"
"Terus kamu mau kita terus terusan dijauhin kayak gini? Aku capek pura pura baik baik aja"
"Iya sayang iya" Diaz membelai rambut panjang Agatha. Kemudian ia mengecup bibir merah Agatha dengan sangat lembut.
Agatha membingkai wajah Diaz kemudian mengecup bibirnya singkat. Mereka bertatapan cukup dalam.
"Lakukan sayang" ucap Agatha. Diaz tersenyum.
Dengan masih dalam posisi yang sama, Agatha yang sibuk memandangi wajah tampan diaz tidak tau jika dibawah sana sudah ada yang berusaha menerobos masuk lubang vaginanya.
"Akkhhh" desis Agatha sambil memejamkan matanya kuat kuat. Kini tangannya beralih memeluk leher Diaz.
"Sabar sayang, ini akan sakit diawal. Maaf jika sangat sakit karena aku juga belum pernah melakukannya "
"Tidak papa. Lakukan sekarang" ucap Agatha masih memejamkan matanya erat erat.
Diaz berusaha mendorong juniornya masuk ke dalam lubang kenikmatan itu. Semakin di dorong semakin kuat rangkulan Agatha pada leher Diaz.

