Kini dalam gendongan diaz ada seorang gadis cantik nan mungil tidur dengan begitu damai. Kulitnya masih begitu lembut dan merah. Tanda bahwa belum lama ia hadir didunia ini. Diaz mencium begitu dalam kening putrinya. Satu air matanya menetes. Air mata kebahagiaan yang tak bisa ia ungkapkan. Namun disisi lain ia masih merasa khawatir dan gundah. Karena bagian hidupnya yang memancarkan cahaya kini sedang meredup. Ya, agatha. Istri cantiknya itu masih belum sadarkan diri. Bahkan agatha sempat kehabisan darah. Untung saja disana ada agastya, yang langsung siap sedia memberikan darahnya secara cuma cuma untuk adik satu satunya. "Sangat cantik" ucap dipta yang juga berada disana. Sekarang mereka, ataya, sarah, agastya, nezio, bahkan dipta sedang berada di ruang rawat agatha. Dokter menga

