Dengan terburu buru agatha melepaskan rengkuhan hangat dan nyaman diaz dari tubuhnya karena ia sudah tak kuat lagi menahan gejolak di perutnya. Agatha berlari masuk ke kamar mandi dan langsung memuntahkan semua isi perutnya di westafel. Diaz yang mengetahui lagi lagi istrinya terbangun di pagi hari karena muntah, langsung bangkit dari tidurnya dan bergerak cepat menyusul agatha. Dengab lembut diaz memijat tengkuk agatha yang terus memuntahkan cairan bening. "Sudah?" Tanya diaz saat agatha sudah membasuh mulutnya dengan air. Agatha hanya mengangguk pelan. Tubuhnya terasa begitu lemas. Baru saja diaz akan memapah agatha kembali kekamar, namun gejolak itu datang lagi. Agatha kembali muntah dan terus berusaha mengeluarkan isi di perutnya tetapi sudah tak ada lagi yang ia keluarkan. Perut

