F42

2018 Words

Agatha duduk diam menatap lurus ke arah ayahnya yang sedang terbaring masih tak sadarkan diri itu dengan berbagai alat yang menempel di tubuhnya. Sedangkan bundanya masih senantiasa duduk di kursi samping ranjang ayahnya dengan terus mengenggam tangan itu. Disamping agatha ada diaz yang juga ikut diam bersamanya. Namun sejak tadi tangan diaz terus mengenggam tangannya. Memberikan kehangatan dan kenyamanan untuk agatha. Agatha memang diam, dan sesekali mengeluarkan air matanya. Namun diaz tau wanita itu menyimpan kesedihan mendalam. Agatha menyembunyikan kesedihannya karena saat ini ialah yang menjadi kekuatan bundanya. Jika ia lemah siapa yang akan menyemangati bundanya. Jadi ia harus kuat dan tegar. Agastya belum datang. Saat agatha menelfonnya, agastya sedang menjalankan misi sehingga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD