F44

1558 Words

"Jadi anak sialan itu akan menikah dengan putri dari musuhku?" Tanya genta pada salah satu anak buahnya "Iya sir. Dari informasi yang saya ketahui ini adalah permintaan artha sebelum meninggal" "Apa diaz pernah datang ke rumah menemui sarah?" "Hampir setiap hari sir" genta tersenyum miring "Berani juga dia datang ke rumah" "Putra anda terlihat lebih berani sekarang setelah mendapatkan dukungan dari kakeknya dan kesuksesan yang di capainya" "Aku tau itu. Dia berfikir bisa menjatuhkan ku. Mungkin di awal permainannya ia bisa, tetapi bukankah sang juara menang di akhir permainan?" Ucap genta dengan smirk nya. "Benar sir" "Oke, siapkan mobilku. Aku akan mengunjungi istri lama ku itu" "Baik sir" Genta bangkit dari duduknya kemudian membenarkan letak dasinya. Ia berjalan keluar rua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD