Rere memandang sekitar saat ia bangun. Ia terkejut saat Bima kini ada di sampingnya. Sedang bersandar. Rupanya sedang tertidur. "Kenapa aku tidak dibangunkan, sih?" Ia kesal. Lantas memandang jam di tangan Bima. "Jam 7!" Matanya membesar. "Pak! Bangun, Pak!" Ia mengguncang lengan Bima. "Ada apa?" Bima terjaga. Ia menguap kemudian memandang jam. "Kita terlambat." "Tidak. Tak masalah, Re." "Bukankah hari ini latihan?" "Iya, biar saja terlambat. Kamu pengecualian. Rehatlah lagi jika mau. Tak jadi berenang dulu. Nanti lukamu parah." "Aku nggak papa, kok." "Jangan. Nanti kamu sakit. Aku bisa kena marah lagi sama Pak Yosi." "Apa dia memarahimu?" "Karena aku yang bertanggung jawab menjagamu. Sudah pasti dia marahnya denganku." "Hem, kamu sih, salah." Ia tersenyum mengejek. "Baiklah

