5

1094 Words
Srrtt! Seseorang membuka tirai jendela kamarku hingga memperlihatkan matahari yang sudah tinggi menampakkan wujudnya di langit pagi. Sinar mentari pagi yang menembus kaca jendela itu berhasil mengusik tidur cantikku. Aku bergerak tidak nyaman, menghalau sinar matahari yang masuk. "Lima menit lagi, Mom" gumamku masih dengan mata terpejam dan lebih memilih menggulung tubuhku dengan selimut lalu berbalik, memunggungi jendela kamar. "Kau sudah mengatakan itu 3 kali, little princess!" Oh, that's my sexy Daddy! Tumben sekali, biasanya Mommy yang membangunkanku. Mataku terbuka berat dan menyipit, menatap Daddy yang kini berdiri menjulang di hadapanku. Senang sekali rasanya ketika membuka mata di pagi hari yang kulihat adalah wajah tampannya. Setelah ciuman pertama kami di kolam renang 2 minggu yang lalu, hubunganku dengan Daddy menjadi lebih 'dekat'. Dekat dalam artian lain. Ah, Aku jadi tidak sabar untuk menariknya ke atas ranjang! "Morning, my handsome Daddy!" sapaku masih setengah sadar sambil tersenyum manis dengan wajah khas bangun tidur. "Waktunya bangun, Ace!" perintahnya berdecak pinggang dengan sorot matanya yang tajam. "Ace sudah bangun, Dad" ucapku dengan mata terpejam hendak tidur lagi. "Ace! Mommy sudah menunggu kita untuk sarapan! Cepat bangun, sayang!" tegurnya yang malah melihatku kembali tidur. Aku membuka mataku lagi dan menampilkan senyum tipis, "Berikan Ace morning kiss, Daddy" pintaku sambil memajukan bibirku padanya. Daddy menghala nafas dan menatapku diam. Sejak Daddy yang menyetujui permintaanku untuk mengajariku ciuman, aku jadi semakin nekat dan berani memintanya menciumku atau aku yang menciumnya lebih dulu, karena Daddy tidak akan pernah mau jika aku tidak memintanya. Aku dengan tanpa tau malu dan rasa bersalah selalu mencuri ciumannya, awalnya Daddy tidak nyaman tapi sekarang sepertinya ia mulai terbiasa, hingga kadang aku bertindak nekat dengan melumat bibirnya. Tentu saja aku langsung dimarahi olehnya! Namun ujung-ujungnya Daddy tidak bisa menolak. "Ace selalu melihat Daddy memberikan morning kiss pada Mommy, tapi kenapa tidak dengan Ace? Sekarang berikan Ace morning kiss, Dad. Ace juga mau" ucapku, bibirku sudah siap untuk menerima ciumannya! Daddy mengelengkan kepalanya, tanda menolak. Aku mendengus kesal karena penolakannya, "Kalau begitu biarkan Ace tidur lagi, lagipula hari ini tanggal merah" ucapku mulai tidur lagi. Cup! Mataku yang tadinya mengantuk kini berhasil terbuka sempurna karena kecupan singkat yang Daddy berikan di bibirku. Aku menampilkan senyum tipisku karena telah berhasil membuat Daddy menciumku lagi. "Sekarang bangun, Mommy sudah menunggu kita dari tadi" perintahnya lagi. Tapi aku belum merasa puas. Ayolah itu hanya kecupan singkat dan cepat! Aku ingin yang lebih dari itu. "Apa morning kiss sesingkat itu, Dad?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Daddy. "Tidak asik!" keluhku. I want more.. "Dad, mendekatlah sebentar" pintaku penuh maksud, tanpa menaruh rasa curiga Daddy mencondongkan tubuhnya ke arahku yang masih berbaring nyaman di kasur. Dengan gerakan cepat, aku menangkup wajah Daddy dan mencium bibirnya. Aku merasakan tubuh Daddy menegang kaku, tentu saja ia kaget karena mendapatkan ciuman tiba-tiba dariku. Mengabaikan keterkejutan Daddy, aku malah dengan berani melumat bibirnya yang kini telah menjadi canduku. Walaupun terlihat enggan aku tau Daddy juga perlahan menikmatinya, terbukti dengan Daddy yang mulai menerima ciuman yang kuberikan padanya. Matanya yang terbuka kaget kini perlahan tepejam dan bibirnya pun ikut membalas setiap lumatan yang kuberikan padanya, membuatku tersenyum disela-sela ciuman kami. Kurasakan ranjangku berdecit kecil, ketika Daddy mendudukkan dirinya dan kini posisi tubuhnya setengah menindih tubuhku. Tangan Daddy terangkat menuju tengkukku, menekannya hingga ciuman itu menjadi lebih dalam. Satu tangannya lagi berada disebelah kepalaku, sebagai penyangga tubuhnya. Kami saling melumat dan aku menikmati ketika bibir itu mulai bertindak liar. Tidak seperti waktu itu, kini aku sudah cukup bisa mengimbangi liarnya bibir Daddy. Bahkan seringkali tangan Daddy secara tidak sadar cenderung menekan tubuhku dan kepalaku agar lebih menempel dengannya, membuat ciuman kami lebih menggairahkan dan tubuhku juga mengiginkan hal yang sama. "ehhmp Dadh..." Daddy menjauhkan bibirnya, ketika aku merasakan ciumannya bisa saja membuat kami berindak lebih jauh. Sayang sekali, sepertinya Daddy cukup handal untuk mengontrol dirinya, padahal aku tau ia juga menikmati ketika kami mulai berciuman. Kening kami saling menempel dan hidung kami saling bersentuhan dengan nafas yang sama-sama memburu, sehingga aku bisa merasakan nafas hangatnya menerpa wajah cantikku. Aku menatap matanya dalam, begitupun dengan Daddy yang manatap tepat di manik mataku. Entah apa yang Daddy pikirkan, matanya itu seperti mengisyaratkan sesuatu. Cukup lama kami menormalkan hasrat masing-masing dengan posisi Daddy setengah menindihku sebelum Daddy kembali menjauhkan tubuhnya. "Baiklah, apa sudah cukup, sayang?" tanyanya. Yah, lumayan untuk menyambut pagiku walaupun gairahku mulai bergejolak menuntut lebih. "Ace suka morning kiss yang seperti ini. Lain kali Ace akan memintanya lagi" ucapku padanya sambil menggingit bibirku dengan tatapan menggoda namun tetap terlihat polos. Tapi wajah tampannya itu nampak biasa-biasa saja, tidakkah ia bernafsu padaku? isi kepala Daddy mamang sulit ditebak, padahal dari caranya menciumku aku tau ada nafsu yang ia salurkan. "Sekarang ayo bangun dan bersiap untuk sarapan, Ace"ucapnya kembali bangkit dari atas ranjangku. Aku mengangguk dengan binar bahagia, "Yes, Daddy!" "Good girl! Daddy tunggu di bawah" pamitnya mengelus pipiku singkat sebelum kemudian keluar dari kamarku. Aku mendudukkan diriku, merentangkan tanganku keatas dan meregangkan otot-otot tubuhku. "Huuahh, bukankah ini pagi yang indah, Ace?" gumamku pada diriku sendiri sambil menguap. Aku beranjak menuju kamar mandi, membasuh wajahku. Kulihat pantulan diriku di cermin. Aku sangat cantik! Kecantikanku itu luar biasa! Tubuhku juga sangat indah, walau dibalut piama hello kitty yang imut, aku tetap terlihat seksi! Aku beralih pada dua bukit kembar yang memang nampak lebih besar dari sebelumnya. Bahkan kini sudah tidak bisa ditampung oleh telapak tanganku sendiri. Kurasa aku perlu memamerkan mereka lagi pada Daddy! Rachel dan Samantha sudah tumbuh dengan baik! I'm so hot! "Ngomong-ngomong kapan susunya keluar?" gumamku meremas-remas dua asetku itu sambil membayangkan seorang bayi besar tengah menyusu padaku. Hmm, mungkin aku perlu membeli beberapa piama sexy? Untuk menunjukkan pada Daddy bahwa aku sudah dewasa, tidakkah ia akan tergoda dengan tubuhku? dan jika dilihat-lihat aku memiliki lekukan yang jelas dan menonjol sempurna ditempat yang seharusnya. Melebihi Mommy! Kemudian aku beralih pada bibirku yang sedikit membengkak karena lumatan dan hisapan Daddy, kadang aku tidak habis pikir padanya. Aku dapat merasakan nafsunya yang besar ketika menyentuhku, tapi saat aku melihat wajahnya kenapa malah terlihat sebaliknya. Aku jadi tambah penasaran, sampai kapan Daddy akan terus menahan dirinya? Atau rasa cintanya pada Mommy begitu besar hingga Daddy tidak tergoda olehku? Kurasa dua minggu ini aku sudah cukup gencar menggodanya dan kami cukup sering berciuman di belakang Mommy tentunya. Tapi kenapa tatapan Daddy tetap sama?! Apa begitu sulit merebutnya dari Mommy? Yah, mungkin aku harus lebih agresif dan bersikap tak tau malu lagi! Sebelah tanganku terulur kebawah, masuk kedalam celana dalamku yang sudah lembab sejak tadi. "Sialan! Aku basah!" . . TBC SYARAT NEXT ADALAH KOMEN, BIAR GUE TAU SEBANYAK APA YG NUNGGU CERITA INI
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD