14). Pamer Kemesraan

1059 Words

*** "Mas, aku kayanya udah tahu deh apa yang pengen aku makan." Setelah diam selama beberapa menit guna memikirkan makanan apa yang ingin dimakan, Indira akhirnya buka suara sambil memandang Marvin yang kini duduk persis di samping kirinya. Tak lagi di dalam mobil, saat ini dia, Marvin, bahkan Tiffany sudah berada di bandara—tepatnya di ruang tunggu dan yaps! Usai tiba empat puluh menit lalu, ketiganya hanya tinggal menunggu waktu penerbangan tiba karena serangkaian pemeriksaan sudah dilakukan sejak beberapa saat lalu. "Apa?" tanya Marvin—seperti biasa dengan raut wajah yang terlihat hangat. "Istriku yang cantik ini mau makan apa?" "Bakso," kata Indira dengan atensi yang juga tertuju pada Marvin, sehingg posisinya kini bisa dibilang membelakangi Tiffany yang duduk di samping kanan. "K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD