110. Tabrak Lari

1204 Words

"Mama, apa nanti Dion nanti pulang ke rumah papa?" tanya Dion saat ibu sedang menyisir rambutnya. Ia sudah paham dengan jadwal berbagi kedua orang tuanya. "Iya, Sayang. Nanti Dion dijemput sama papa. kan besok papa libur. Jadi Dion bisa sama papa," angguk Dania. "Mama ikut?" "Enggak, Sayang. Nanti Ake marah kalau mama sering keluar rumah," jawab Dania, "Udah selesai." Ia meletakkan sisir di tempatnya. "Kalau Mama mau ikut ke rumah papa, Dion yang bilang sama Ake." "Memangnya Dion berani?" "Berani dong. Kan Dion udah besar," sahut anak laki-laki itu dengan penuh semangat. Dania terkekeh. "Anak mama memang hebat," pujinya kemudian mengecup puncak kepala sang anak. ''Jadi Mama mau ikut ke rumah papa?" "Kalau sekarang, belum bisa, Sayang. Mungkin lain kali. Dion doain aja, semoga su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD