Dion kembali ke ruang tengah. "Om, Dion mau minta tolong," ujarnya sambil meraih tangan sang om. Anggara tersenyum sambil mengangkat tubuh mungil sang keponakan. "Keponakan om yang ganteng ini mau minta tolong apa, hem?" tanyanya sambil mencium gemas pipi anak itu. "Antar Dion ke kamar, Om. Dion mau ambil handphone tapi Dion capek naik tangga. Tapi Dion mau digendong di punggung. Berani gak?" tantang anak itu. "Ayo! Siapa takut." Anggara menurunkan Dion lalu berjongkok dengan menyodorkan punggungnya di depan anak itu. Dion menoleh pada sang ibu kemudian mengibaskan tangan, memberi isyarat agar ibunya pergi dari sana kemudian naik ke punggung sang om. "Ayo, Om!" Dania melongo. Dari mana anaknya belajar bersiasat seperti itu? Tetapi saat ini ia tidak punya waktu untuk memikirkannya. Geg

