122. Lamaran?

1203 Words

"Mama! Dion duduk sama papa." Dion berdadah ria pada sang ibu sembari tersenyum di pangkuan ayahnya. Elena menoleh dan baru menyadari bahwa temennya ternyata memakai baju tidur. "Kenapa kamu gak ganti baju?" bisiknya. Dania rasanya malu setengah hidup apalagi kini semua mata tertuju padanya. Ingin rasanya ia menghibur diri. Gegas berbalik dan hendak pergi. Namun, Wina segera menahan tangan anaknya. "Mau ke mana?" "Em ....a-anu. Mau masuk, Ma," gugup Dania. Wina menarik tangan sang anak. "Duduk sini!'' Dania yang sudah duduk di kursi, menundukkan kepala sambil menutupi pangkuannya dengan kerudung. Untung saja kain penutup kepala itu berukuran besar hingga bisa menutupi sebagian tubuh meski tidak bisa menutupi rasa malunya. "Mohon maaf atas kelakuan putri kami," ujar Wina, merasa ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD