"Aku masuk dulu." Elena pamit, tidak mau ikut campur urusan pasangan tersebut meskipun sebenarnya ia penasaran apa yang akan terjadi pada dua orang tersebut Damar menatap wanita di depannya. "Kalau kamu memang menyesal, aku akan batalkan." "Jangan, Mas!" Dania mencegah. "Kamu tenang aja. Biar aku yang akan bicara sama mereka nanti selepas makan malam. Aku pastikan mereka gak akan menyalahkan kamu. Aku gak mau maksa kamu untuk kembali nerima aku Kalau kamu sendiri nggak mau." "Bukan gitu, Mas. Aku gak nyesel." Damar mengernyit. "Tadi kamu bilang sama Elena kalau kamu nyesel." "Iya, aku memang nyesel. Tap—" "Kamu ini kenapa jadi bikin bingung? Tadi bilang nyesel, terus enggak dan sekarang bilang nyesel lagi," potong Damar yang kebingungan. Dania meraih bantal sofa selalu memukulkann

