"Saya terima nikahnya Dania Adinda binti Hamid Adiputra dengan mas kawin tersebut—tunai!" Suara seorang pria menggema di sebuah ruangan berukuran cukup besar. Tentu saja itu adalah Damar. Bisa-bisa pria itu tidak waras jika sampai Dania menikah dengan pria lain. "Bagaimana para saksi? Sah?" "Sah!" "Sah!" "Alhamdulillah." Setelah itu doa panjang pun terlantun indah dari bibir penghulu yang menikahkan Dania dan Damar. Setelahnya.pasangan pengantin itu pun menyelesaikan segala proses hingga selesai. Para tamu yang hadir pun satu persatu menikmati makanan yang disediakan. Acara yang diadakan di panti asuhan sesuai keinginan Dion itu berlangsung meriah meski terbilang sederhana karena hanya dihadiri kerabat dan teman dekat. Dania dan Damar pun mendapat ucapan selamat dari orang-orang. K

