125. Hari Pertama

1205 Words

Dion lari ke dalam rumah dan kembali dengan membawa sapu lantai. "Bibi pasti lupa nyapuin sampah," ujarnya sambil menyeret kelopak bunga mawar merah yang bertaburan di atas lantai dengan gerakan asal hingga bunga yang awalnya membentuk jalan menuju kamar, kini justru berserakan tidak jelas. "Mama tunggu dulu di sini. Dion mau sapuin dulu sampahnya," kata anak itu lagi saat ibunya hendak melangkah. Damar hanya diam sembari menatap kesal. Semua hasil kerja kerasnya dihancurkan oleh darah dagingnya sendiri. Melarang pun tidak. "Sabar, ya, Mas," ujar Dania sambil terkekeh. "Udah aku bilang, bujuk dia biar gak ikut kita," gerutu Damar. "Udah terlanjur juga." "Lagian Mas juga. Bikin yang kayak gini dari ruang tamu sampai dalam. Kayaknya cuma di kamar juga, cukup deh." "Aku 'kan pengen kas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD