126. Ayah vs Anak

1204 Words

Setelah makan malam dan menonton sebenar, Dion berlari lebih dahulu ke kamar utama karena takut dilarang oleh sang ayah yang sempat protes saat ia mengatakan ingin tidur bersama. "Dion, mau ke mana? Papa bilang jangan ke kamar papa!" Damar mengejar. Tetapi sayang terlambat, karena anak itu sudah terlanjur membuka pintu kamar. Bola mata Dion tampak berbinar saat melihat pemandangan di dalam sana. "Banyak balon!" serunya sambil meraih salah satu melemparnya dengan riang. Damar pasrah. Ia pun tidak sampai hati merussak kesenangan sang anak yang terlihat senang. "Balonnya kita pindahin ke kamar Dion, yuk! Biar Dion nanti tidurnya di sana sama balon," ujar Damar Dion berpikir sejenak. "Enggak, ah! Dion mau tidur di sini." Anak itu naik ke atas tempat tidur dan berbaring di sana seperti me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD