127. Dicicil

1205 Words

"Mas kenapa sih? Dari tadi kok keliatannya bete banget," komentar Dania, sejak pagi hari, pria itu terlihat tidak bersemangat. "Gak apa-apa," sahut Damar. Dania mengernyit. "Katanya yang suka bilang gak apa-apa itu cewek, ini cowok juga ada," ujarnya sambil terkekeh, "Mas yang antar Dion ke sekolah?" Damar mengangguk. "Iya. Aku sekalian mau ke kantor." "Bukannya masih libur?" tanya Dania dengan kening mengernyitkan. "Iya. Tapi ada barang yang mau aku ambil di sana." "Barang apa?" Damar mencubit hidung sang istri. "Kamu ini kok cerewet banget sih." "Apa salahnya nanya?" "Gak salah, Sayang. Aku cuma mau ambil laptop kerja aku. Biar libur juga aku masih bisa nyicil kerjaan dikit-dikit. Saya kayak kamu, aku bisanya nyicil juga." Dania mengerutkan dahi. "Maksudnya?" "Iya. Nyicil, peg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD