"Iya. Itu tante yang tadi," celetuk Dion saat melihat seorang wanita muda yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi. Wanita itu tersenyum kemudian mendekati. "Misi, Mbak," ujarnya sambil duduk di antara Dania dan Damar lalu memeluk lengan kanan sang pria. "Kamu ini. Apa gak bisa duduk di sana? Itu masih luas," komentar Damar. "Gak mau. Aku mau di sini. Kangen tau. Mas juga sekarang suka gak angkat kalau aku telpon. Malam juga gitu," sahut sang wanita dengan nada manja. "Aku mau angkat. Tapi keburu matti," kilah Damar. "Apa susahnya telepon balik. Kayak gak punya pulsa aja," sungut wanita itu. Ibunda Dion menatap sebal sambil sedikit bergeser menjauhi wanita tidak ia kenal yang membuat posisinya tersisih. "Nempel terus kayak cicak," gumamnya, bibir komat-kamit tanpa suara. Sekali

