107. Wanita Di Kantor Damar

1305 Words

"Mas Damar!" Damar yang baru saja keluar dari mobil, menoleh ke arah sumber suara. Di detik berikutnya, seorang wanita cantik sudah memeluk erat hingga membuatnya terkejut. "Mama, tante itu siapa? Kenapa peluk-peluk papa Dion?" tanya Dion yang juga baru keluar dari mobil yang terparkir di depan rumah sakit. Dania tidak menyahuti, diam membeku dengan tatapan nanar. Pemandangan di depan sana sungguh membuat hatinya bergejolak hingga tanpa sengaja memegang tangan anaknya terlalu kuat. "Mama!" Dion menggelengkan tangan sang ibu. Dania terperanjat. "I-iya, Sayang. Kenapa?" "Pegang tangan Dion-nya jangan kenceng-kenceng." "Oh, Iya, Sayang. Maaf. Mama gak sengaja. Sakit?" Dion menggeleng. "Enggak, Mama. Tapi Dion kaget." Dania terkekeh. "Maaf, ya. Mama gak sengaja. Ayo kita masuk. Dion

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD