106. Kesempatan Kedua

1108 Words

"Hai, Sayang." Wina mengecup puncak kepala cucu yang baru saja tiba di rumah. "Dion mau makan?" "Enggak, Eyang. Dion udah makan sama papa dan mama," tolak Dion. "Dion mau ganti baju dulu." Berlalu setelahnya. Wina menoleh pada putri tercinta. "Gak sengaja ketemu, Ma. Kebetulan papanya Dion juga mau makan di tempat yang sama," ujar Dania meski ibunya tidak mengatakan apa-apa. "Sengaja juga gak apa-apa," balas Wina. "Mama apaan sih?" kilah Dania dengan wajah yang mulai terasa panas. "Orang beberan gak sengaja." "Iya. Mama cuma bilang sengaja juga gak masalah." "Tapi aku memang gak sengaja, Ma. Udah ah, aku ke kamar dulu." Tanpa menunggu jawaban sang ibu, Dania berlalu. Wina terkekeh seraya menatap punggung putrinya. "Cuma digodain gitu aja pipinya langsung mateng." "Mama bicara sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD