94. Membuntuti Mantan Mertua

1212 Words

"Dion!" Damar menghampiri sang anak yang sedang menunggu di pos keamanan bersama security. "Makasih, Pak, udah memenin anak saya." "Sama-sama, Dok," sahut security. Sementara Dion cemberut saat melihat ayahnya baru tiba di sekolah untuk menjemputnya. "Papa kenapa telatnya lama? Katanya tadi cuma telat sebentar. Lihat, tuh. Sekolahnya udah sepi. Dion aja sendiri murid yang belum pulang," protesnya. "Maaf, Sayang. Tadi macet di jalan," sesal Damar. "Kalau Papa telat, harusnya bilang sama mama atau ayah biar jemput Dion," omel Dion, masih tidak terima karena ia menunggu cukup lama. "Iya, Sayang. Papa salah. Maafin papa, ya?!" Damar mengulurkan jari kelingking. Ia sebenarnya sudah berangkat lebih awal, tetapi terjebak macet karena ada kecelakaan. "Tapi Papa janji gak kayak gitu lagi." "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD