Episode 7

1201 Words
"Salsa kau sudah membuat aku tergoda," bisik Sean ketika Salsa tengah membantu Sean membuka benang-benang yang menempel di tubuh Sean. Setelah tubuh Sean benar-benar polos, Salsa terbelalak melihat anak Sean yang sudah bangun saja, pastinya akan memuaskan dirinya ketika bermain. "Sayang, aku suka ini!" Tangan Salsa menyentuh benda itu sehingga membuat Sean merasakan sensasi yang luar biasa. Sean yang sudah tidak bisa menahannya, dirinya langsung mengangkat tubuh Salsa hingga kini Salsa berada dalam pangkuan Sean. "Salsa aku ingin melakukannya sekarang," ucap Sean. "Ayo sayang! Aku pun sama," ucap Salsa penuh dengan semangat. Salsa merasa senang malam ini karena Sean mulai masuk ke dalam perangkapnya. *** Sementara Lala sudah di buat tidak berdaya oleh Saga, Lala berusaha untuk memberontak karena ini sudah keterlaluan. "Tuan, stop!" pekik Lala mendorong tubuh Saga dengan sekuat tenaga. "Kenapa di stop? Bukan-kah kau sudah menawarkan diri untuk menjadi wanita simpananku?" tanya Saga dengan napas yang masih memburu. "Aku cuman ingin ada ikatan dulu, baru Tuan boleh menyentuhku dengan sesuka hati tuan," ujar Lala dengan lantangnya. Lala kekeh sekali ingin ada ikatan suci diantara dirinya dan Saga. "Tidak mau! Kita begini saja Lala! Kau akan tetap mendapatkan uang dariku," ucapnya. Saga meraih pinggang Lala hingga membuat Lala berada dalam dekapannya. "Aku akan membayar kamu berapa pun yang kau mau, asal kau mau menemani aku malam ini, " ucap Saga dengan senyuman seringai. Jantung Lala berdegup sangat cepat dari biasanya, Lala malah bingung saat ini sementara Saga terus memaksanya untuk menerima permintaan dirinya. Tapi Lala tidak mau melakukan sampai ke tahap itu, rupanya Lala teguh pada pendiriannya. "Lala kau sudah menggodaku? Jangan salahkan aku jika aku tergoda. Aku kesepian Lala dan aku kurang sentuhan hangat dari istriku. Kau harus tanggung jawab karena kau sudah membuat ku seperti ini." Saga menatap Lala dengan intens. Lala emang terlihat cantik meskipun tanpa balutan make up. Tatapan Saga tentunya sangat membunuh sehingga membuat Lala ketakutan dan tubuhnya terus gemetar. "Tidak Tuan. Lala tidak mau! " kekeh Lala. "Kau harus mau! " Saga terus memaksa Lala. Tiba-tiba di dalam kamar, Keira terdengar histeris. Keira menangis memanggil-manggil Mommy nya. "Keira!" Mendengar Keira yang histeris. Saga melepaskan Lala dari cengkeramannya. Saga buru-buru masuk ke dalam kamar Keira tentunya di susul oleh Lala. Keira masih histeris. Sepertinya Keira mimpi buruk. Keira terus saja memanggil-manggil Salsa. "Sayang kenapa kamu nak?" tanya Saga, ia langsung meraih tubuh Keira menggendong tubuh putrinya, terlihat jelas kalau Saga sangat panik. Ia menepuk-nepuk punggung Keira agar putrinya sedikit tenang. "Lala ambilkan minum untuk Keira," perintah Saga kepada Lala dan di angguki oleh Lala. Lala mengambil segelas air putih di atas nakas disebelah tempat tidur Keira, lalu memberikannya kepada Saga. "Minum dulu nak!" Keira menurut dan meminum air putih itu. "Daddy, Keira mimpi buruk. Mommy, Mommy tengah kesakitan. Mommy terus berteriak meminta tolong kepada Keira. Tapi Keira hanya mendengar suara Mommy saja," lirih Keira menceritakan tentang mimpinya. Padahal aslinya Salsa tidak sedang kesakitan Salsa tengah menikmati surga dunia bersama dengan kekasih gelapnya. "Itu cuman mimpi sayang. Mommy pasti baik-baik saja," ujar Lala menenangkan Keira. "Sini sama Tante Lala gendong nya," tawar Lala yang langsung meraih tubuh Keira hingga Keira berada dalam gendongan Lala. "Duh... ternyata Keira berat juga ya, " seru Lala. Lala menimang-nimang Keira. Lala kembali bernyanyi agar Keira bisa tidur kembali. Saga semakin terkesan pada pembantunya itu, meskipun masih muda tapi sudah terlihat keibuan. Tak lama kemudian Keira pun tertidur. Perlahan-lahan Lala merebahkan tubuh Keira di atas tempat tidur. Ponsel Lala berdering. Lala mendapat telepon dari kampung. "Permisi Tuan, Lala mau menerima telepon dari ibu, " ujar Lala kepada Saga. "Iya, " jawab Saga. Lala mendapat kabar dari ibunya kalau bapaknya jatuh sakit. Sekarang lagi di rawat di klinik. Ibunya Lala meminta kiriman uang dari Lala. "Ya Tuhan, apakah uang 1 juta bakalan cukup jika aku kirimkan ke kampung? " Lala kembali dilema. Lala bingung dan begitu sangat mencemaskan keadaan bapaknya yang tengah di rawat di klinik. "Tidak ada pilihan! Lala emang harus melakukan ini," gumam Lala. *** Lala kembali masuk ke dalam kamar Keira. Di dalam kamar, Keira sudah tidur lelap. "Syukurlah kalau Non Keira sudah tidur, " sahut Lala. Perlahan-lahan Lala melangkahkan kakinya untuk menghampiri Saga yang tengah duduk di tepi tempat tidurnya Keira. Saga tengah menatap dalam raut wajah Keira, Saga sangat sedih melihat putrinya yang kurang kasih sayang dari Mommy nya. "Betapa malangnya nasib kamu sayang. Mommy mu terlalu egois, " batin Saga. "Tuan, saya setuju dengan tawaran Tuan. Malam ini Tuan boleh menyentuhku, malam ini Lala akan membuat Tuan menemukan surga yang selama ini Tuan rindukan. Asal Tuan membayarku, Lala butuh uang. Bapak lagi sakit di kampung dan di rawat di klinik." Tanpa sungkan Lala mengatakan hal itu kepada Saga. Lala menarik paksa tangan Saga sehingga Saga beranjak dan jatuh dalam dekapan Lala. Lala mulai menggoda Saga kembali, tangan Lala terus saja nakal dan liar. "Stop hentikan Lala," sentak Saga yang langsung mencengkram kedua tangan Lala. "Malam ini saya lagi tidak mood! Ok saya setuju dengan tawaran kamu Lala. Saya akan menikahimu secara siri. Asal kau harus menjadi ibu yang baik, ibu yang menyayangi putriku dengan tulus. Itu yang paling penting buat ku, aku ingin Keira merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Dan satu lagi, kau harus bisa melayaniku dengan baik. Jangan sampai Salsa atau yang lain curiga. Saya akan memenuhi semua kebutuhan kamu dan keluarga kamu di kampung, " ucap Saga dengan tatapan yang masih membunuh. "Baik Tuan, Lala setuju! Lala pastikan kalau Keira akan mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Meskipun hanya dari ibu sambung." "Baik! Kau kabari keluargamu di kampung kalau kau akan menikah denganku. Cari alasan yang tepat agar mereka merestui dan tidak banyak bertanya lagi. Nanti, aku akan menikahi mu secara siri ketika ayahmu sudah sembuh, " ucap Saga dengan seriusnya. "Baik Tuan! " "Sekarang kau istirahat. Ini sudah malam. Biar saya yang tidur di sini menemani Keira, " kata Saga dan di angguki oleh Lala. Saga melepaskan cengkraman nya. Lala langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Saga, "Tuan, Lala pastikan Tuan tidak akan menyesal. Tuan akan mendapatkan kenikmatan yang tidak pernah Tuan dapatkan dari istri pertama Tuan. Dan Lala pastikan Keira tidak kesepian lagi dan tidak harus di titipkan sama oma dan opanya. Tuan, Lala janji akan melakukan tugas seorang istri dan tugas sebagai pembantu dengan baik." Cup Lala memberikan kecupan di pipinya Saga, "Selamat malam Tuan, selamat beristirahat. Semoga mimpi indah, " tutur Lala dengan lembut. Sementara di kamar hotel, "Bagaimana sayang rasanya?" tanya Salsa dengan napas yang sudah terengah. Suara imut keduanya begitu menggema, Salsa begitu puas dengan permainan Sean yang masih pemula tapi sudah membuatnya kewalahan. Tapi Salsa sangat suka. "Sungguh tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata Salsa!" Sean pun hampir menuju pelepasan. Sementara Lala di dalam kamar lagi termenung. Ia merasa sedih sekarang, sedih karena ia harus menjadi seorang pelakor demi memenuhi kebutuhannya di kampung. "Kalau ibu dan bapak tahu apa yang aku lakukan di sini pasti mereka kecewa, tapi aku tidak punya pilihan lain lagi, " lirih Lala. Di dalam kamar Keira juga Saga lagi termenung. Saga sebenarnya tidak mau melakukan ini. Saga sangat mencintai Salsa. Saga tidak mau mengkhianati pernikahannya. Tapi Saga tidak punya banyak pilihan lagi. Saga berusaha untuk meminta Salsa untuk berhenti. Tapi tetap saja, Salsa tidak mau. Dan kekeh ingin menjadi model.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD