Saga yang sudah tinggi nafsunya malah kembali memberikan kecupan lembut di bibir Lala dengan, sehingga membuat Lala terhanyut dan membalas kecupan tersebut, hingga kini Saga berhasil masuk kedalam rongga mulut hingga keduanya merasakan bertukarnya saliva. Lala melingkarkan kedua tangannya di tengkuk Saga, lalu kedua tangan Saga melingkar di pinggang Lala. Keduanya menikmati kecupan panas di kolam renang. Saga yang kurang sentuhan hangat dari Salsa ketika ada wanita yang menggodanya, dengan mudahnya Saga tergoda.
Napas keduanya sudah memburu. Lala hampir tidak kuat bermain dengan Saga, Lala yang belum pengalaman sebisa mungkin untuk mengikuti setiap cernaan yang diberikan oleh Saga.
Sementara, Salsa dan Sean masih berada di dalam kamar Hotel. Dari tadi cuman bermain di satu tempat saja sampai Salsa merasa bosan.
"Bagaimana caranya agar Sean bisa menyentuhku lebih dari ini. Aku juga ingin, tapi hanya ingin dengan Sean yang masih utuh. Siapa tahu punya Sean lebih memuaskan dibandingkan punya Mas Saga kurang memuaskan." Salsa terus bergumam dalam hatinya.
"Sayang, apakah kau yakin tidak mau?" tanya Salsa menggoda Sean kembali.
"Tidak sayang. Nanti saja ok! "
"Ya sudah! Aku tidur siang dulu. Aku lelah! " Dengan terpaksa Salsa pun memutuskan untuk tidur siang. Sean mengangguk.
Saga dan Lala masih saja beradu bibir di kolam renang. Apakah
nantinya Saga akan menerima tawaran dari Lala? Sehingga Saga bisa dengan mudahnya masuk kedalam perangkap Lala.
***
Saga dan Lala sudah selesai dengan aktivitas panasnya itu. Saga meraih tubuh Lala hingga kini Lala berada dalam pangkuan Saga. Karena keduanya masih berada di dalam kolam renang. Saga membawa tubuh Lala ke tepi kolam renang, setelah sampai Saga menurunkan tubuh Lala dari pangkuannya.
"Bagaimana Tuan? Apakah tuan setuju dengan tawaran ku tadi? Kita sama-sama untung Tuan." Lala kembali bertanya kepada Saga soal tawarannya.
"Akan saya pikirkan, " jawab Saga yang masih saja ketus.
"Aku tunggu Tuan. Dan terima kasih atas permainan tadi. Sungguh sangat manis tuan. Aku suka, " ucap Lala sembari menyentuh bibirnya Saga.
"Ya! " Saga masih ketus dan dingin. Saga masih tidak percaya kalau dirinya bisa dengan mudahnya tergoda kepada pembantunya.
***
Malam telah tiba, Lala tengah berada di kamar Keira. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sudah malam begini Salsa belum juga pulang. Salsa masih bersama Sean di dalam kamar Hotel.
Saga diam-diam memperhatikan Lala yang tengah membacakan dongeng untuk Keira agar Keira bisa secepatnya tidur. Salsa belum pernah melakukan itu kepada Keira. Kebetulan pintu kamar Keira terbuka lebar. Saga berdiri di ambang pintu.
"Tante Lala, Keira tidak mau di bacakan dongeng ah! Keira ingin di nyanyiin saja, " pinta Keira kepada Lala dengan manjanya.
"Oh gitu! Baik tuan putri. Laksanakan, " seru Lala.
Saga tersenyum tipis melihatnya, "Apa aku terima tawaran dari Lala? " batin Saga yang teringat tentang tawaran Lala tadi saat di kolam renang.
Lala menyanyikan sebuah lagu nina bobo untuk Keira, suara Lala terdengar sangat merdu sekali.
Hoam~
Keira menguap, perlahan-lahan Keira memejamkan kedua matanya.
Sementara di kamar hotel, Salsa sudah tidak tahan menginginkan sentuhan dari Sean. Salsa membuka seluruh benang yang menempel di tubuhnya. Dengan cara ini, Salsa berharap kalau Sean mau menyentuhnya. Sean sama sekali tidak menyadari apa yang di lakukan Salsa di atas tempat tidur. Sean tengah sibuk dengan ponselnya.
"Sayang! " panggil Salsa dengan lembut ketika dirinya sudah polos.
"Iya apa sayang? " Sean belum menengok ke arah Salsa. Sean masih fokus ke layar ponselnya.
Salsa yang kesal, dirinya pun memutuskan untuk beranjak bangun. Salsa menghampiri Sean dan berdiri di sebelah Sean.
"Sean lihat aku? " rengeknya. Salsa meraih wajah Sean.
Betapa terbelalak nya Sean saat ini ketika melihat pesona Salsa yang terlihat polos. Sehingga terlihat jelas semua pemandangan indah yang ada pada diri Salsa.
Sean menelan salivanya dengan kasar. Sehingga Sean refleks saja menjatuhkan ponselnya. Sean berdiri tegak, Sean memperhatikan Salsa dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Bagaimana sayang? " tanya Salsa yang melingkarkan tangannya di pinggang Sean.
"Apakah kau suka melihat aku seperti ini? " tanya Salsa yang mulai menggoda Sean.
"S-sangat suka, " jawab Sean dengan kaku. Sean sampai tidak berkedip. Ini baru pertama kali Sean melihat pemandangan yang membuat dirinya merinding.
Salsa tersenyum tipis, Salsa membuka kancing kemeja Sean. Dan Sean membiarkan saja.
Di rumah kediaman Saga.
Ketika melihat Keira sudah tidur, Lala menyelimuti tubuh Keira. Lala sama sekali tidak menyadari kalau ada Saga di ambang pintu yang sedang memperhatikannya, Lala mencium keningnya Keira, "Semoga mimpi indah cantik. "
Setelah itu Lala beranjak berdiri, Lala menoleh ke arah pintu, ia tercengang ketika dirinya melihat Saga yang ada di situ.
"Tuan Saga? " Dalam hati Lala merasa senang, itu artinya Saga melihat semuanya. Padahal ini bukan salah satu triknya Lala untuk menarik perhatian Saga.
"Sejak kapan Tuan berada di sini? " tanya Lala ketika sudah bertatap muka dengan Saga.
"Sejak tadi, " jawab Sean dengan wajah datarnya.
Lala pun menutup pintu kamarnya Keira. Saga langsung menarik tangan Lala dan menyenderkan tubuh Lala ke dinding, sehingga kini Lala berada dalam kungkungan Saga.
"Tuan mau ngapain? " tanya Lala panik tapi Lala suka sebab Saga sepertinya sudah masuk salam perangkapnya.
"Akan aku jadikan kau wanita simpananku. Tapi saya tidak mau menikahimu, " ucap Saga dengan tatapan membunuh.
Saga tiba-tiba saja menyapu bersih jenjang leher Lala yang refleks saja membuat Lala mengeluarkan suara seksinya.
"Kecilkan suaramu? Nanti Keira bangun. Saya akan membayar kamu meskipun saya tidak menikahimu, " bisik Saga di telinga kanan Lala.
"Tapi Tuan, Lala ingin ada ikatan suci. Biar Lala bisa melakukan tugas Lala sebagai istri dengan baik. " Kekeh Lala.
Lala tetap ingin Saga menikahinya meskipun hanya pernikahan siri.
"Kalau saya tidak mau bagaimana? " tanya Saga dengan tatapan yang masih membunuh.
"Kalau tidak mau ya sudah! Tuan jangan menyentuhku, " tegas Lala.
Saga tersenyum dengan seringai liciknya. Saga malah kembali memberikan kecupan di bibir Lala dengan rakus. Saga memang sudah hilang kendali. Meskipun Lala seorang pembantu. Tapi penampilan Lala tidak seperti pembantu, Lala kerap menggunakan pakaian minim, itu salah satu trik Lala ketika tidak ada Salsa.
Kalau sudah begini, Lala hanya bisa pasrah. Dia sudah candu dengan permainan Saga.
Lalu bagaimana dengan Sean dan Salsa? Apakah malam ini Salsa dan Sean akan melakukan hal yang seharusnya tidak di lakukan yang bukan halalnya.