"Terima kasih Lala, kehadiran kamu menambah warna dalam hidupku dan putriku, maaf aku tidak bisa membalas rasa yang ada di dalam hati kamu," tutur Saga begitu lembut. Lala langsung memeluk tubuh Saga, tak ada kata yang mampu Lala katakan untuk saat ini. "Jangan pernah diamkan aku lagi, tetaplah menjadi wanita bar-bar," pinta Saga. "Baik, Mas." Saga membalas pelukan dari Lala, pelukan itu semakin terasa hangat. Sampai keduanya enggan untuk melepaskan pelukan hangat tersebut. "Mas, apakah Mas Saga mengizinkan aku pulang kampung beberapa hari saja, sebab aku sudah sangat merindukan keluargaku di kampung," sahut Lala yang masih dalam pelukan Saga. "Berapa hari?" tanya Saga. "Hanya 3 hari saja kok, Mas," jawab Lala. Saga melepaskan pelukannya, menatap lekat wajahnya Lala, "Jangan 3 har

