Ratu terus melajukan mobilnya disaat dia sendiri sedang tidak dalam keadaan berkonsentrasi karena otaknya sedang bercabang memikirkan Derrick. Dia berpikir bagaimana dengan kondisinya? Bagaimana keadaannya? Separah apakah penyakitnya? Dan masih banyak lagi hal-hal yang berkecamuk di dalam otaknya. Sisil yang duduk di sebelahnya hanya bisa sesekali melirik ke arahnya, tapi tidak bisa mengucapkan apa-apa selain hanya diam dan diam saja. Sisil mendesah berat ketika dia mendapati Ratu masih saja diam. "Lo kenapa sih? Bengong aja kayak sapi yang mau disembeleh besok." Pertanyaan Sisil sontak membuat Ratu menoleh kearahnya. "Sialan lo nyamain gue sama sapi." "Lah emang iya, coba kalau lo daritadi ngomong, ngajakin gue ngobrol, nggak akan gue nyamain elo sama sapi," balas Sisil yang jatuhnya

