Chapter 20

2067 Words

Panasnya sengat matahari siang membuat seorang gadis yang berdiri di depan gerbang sekolahnya dengan gelisah. Selain panasnya matahari, hatinya juga memanas menerima tatapan aneh setiap orang yang keluar dari pekarangan sekolah. Ya ini memang terlihat aneh, seorang ' Prillia Pricillia' berdiri di depan gerbang sekolah sendirian. Berkali-kali Prillia merutuki dalam hati seseorang yang sudah mengirimnya pesan tadi pagi dan membuatnya menunggu di sini. Prill, ini gue Tomi. Gue udah tau di mana sekolah lo. Nanti sekolah tunggu gue di depan gerbang sekolah lo ya. Gak usah bawa mobil ya dek, sama abang aja Prillia mengentak-entakkan kakinya saat mengingat pesan Tomi tadi pagi. Jika bukan karna Tomi adalah adik dari dokter Fara, mungkin Prillia tak akan mau melakukan ini. Setelah beberapa saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD