Chapter 32

666 Words

Merasa cahaya di sekitarnya sudah berganti dan sinar matahari yang semalaman bersembunyi kini mengintip disela-sela jendela membuat Alfi mengerjap-ngerjapkan matanya. Matanya terbuka sempurna saat kesadarannya juga terkumpul sempurna. Ia mendudukkan tubuhnya di atas sofa sembari meregangkan ototnya yang terasa lumayan kaku sebab tidur di tempat yang tak terlalu luas dan susah bergerak. Alfi mengedarkan padangannya pada sofa yang lain di ruangan itu mencari keberadaan Prillia, namun tak ada. Pandangan Alfi langsung beralih ke ranjang pasien milik Daniel. Dahinya berkerinyit saat melihat Daniel dan Prillia sedang berlelap sambil berpelukan. Kenapa Prillia bisa tidur disana? Adegan apa yang ia lewatkan antara ayah dan anak itu tadi malam? Merasa belum ada tanda-tanda mereka akan bangun, Alfi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD